Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 7 Juli 2013

diposkan pada tanggal 11 Jul 2013 00.12 oleh Essy Eisen   [ diperbarui 9 Mei 2014 01.45 oleh Admin Situs ]
Pelayan Yang Memulihkan 

Yesaya 66:10-14, Mazmur 66:1-9, Galatia 6:1-16, Lukas 10:1-11, 16-20

Tanpa perhatian yang penuh, pekerjaan apapun tidak dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna. Banyak contohnya. Menyetir mobil sambil menggunakan telepon seluler telah terbukti mengakibatkan banyak kecelakaan yang berujung maut. Seorang pelajar yang waktunya teralihkan dengan banyak bermain ketimbang belajar, rentan mendapat nilai yang buruk. Suami atau Isteri yang fokus tanggungjawabnya teralihkan karena memberikan perhatian berlebihan kepada orang lain atau pekerjaannya saja ketimbang keluarganya sendiri, rentan mengalami rupa-rupa masalah relasi dan komunikasi. Orang beriman yang hati dan pikirannya teralihkan dari Firman Tuhan, rentan jatuh dalam perselisihan karena kebencian dan pementingan diri sendiri.

Sebaliknya, orang yang setia dan tekun mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya dan tidak mudah berpaling dari tujuan yang sudah digagas, pada saatnya akan menyelesaikan tugasnya jauh lebih baik ketimbang orang yang perhatiannya telah teralihkan. Tentu ketekunan itu diharapkan tidak menjadikan sudut pandang dan pemikiran menjadi sempit. Allah mengaruniakan kita indera untuk melihat, mendengar dan merasakan banyak perkara dalam hidup. Tetapi, Allah juga mengaruniakan kepada manusia, akal budi dan nurani serta Firman Tuhan, yang karena pertolongan Roh Kudus, akan memampukan manusia menjadi bijak untuk memilah, mana yang sungguh-sungguh penting dan mana yang merupakan penggangu dan layak diabaikan.

Kitab Suci acap kali memperlihatkan dengan jelas tentang Iblis, “Ular”, Setan, Roh Jahat, Si Jahat, Si Penggoda, Si Pendusta, yang selalu giat dalam membuat manusia teralih dari keberadaannya sebagai anak-anak Allah. Kita tentu ingat godaan si ular yang licik kepada Adam dan Hawa supaya mengalihkan perhatian mereka akan pemeliharaan Allah yang baik dan sempurna. Hal yang mirip juga terjadi saat Yesus dicobai di padang gurun. Dengan banyak iming-iming palsu, fokus karya Yesus dicoba untuk dialihkan oleh Iblis (Mat. 4:1-11). Namun bedanya, Yesus, Tuhan kita, menang. Dan dengan kemenangan-Nya, Ia akan menolong setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk mengalami pemulihan hidup, yaitu hidup yang menggunakan hikmat Allah untuk “tidak berpaling ke lain hati” (Ibr. 2:18).

Orang yang telah dipulihkan Yesus, diutus-Nya untuk menjadi rekan kerja-Nya supaya memulihkan juga hidup orang lain yang sedang berada dalam kesusahan. Menyimak pengutusan Tuhan Yesus kepada 70-an Murid-Murid-Nya dalam pembacaan Injil hari ini (Luk. 10:1-11, 16-20), kita belajar untuk menghidupi hal-hal berikut sebagai rekan sekerja-Nya dalam menjadi pemulih bagi kehidupan orang lain:
  • Ingat berdoa dan mau kerjasama (Luk. 10:1-2) Apa yang didoakan? Agar Allah, yang empunya tuaian, mengirimkan pekerja-pekerja yang memiliki hati sebagai hamba, yang penuh dedikasi untuk memulihkan jiwa-jiwa yang membutuhkan pemulihan dan cakap dalam bekerjasama untuk menghasilkan sinergi. (Perhatikan juga Gal. 6:2). 
  • Siap menderita demi kebaikan. (Luk. 10:3) Seperti anak domba ada di tengah-tengah serigala, akan ada rupa-rupa tantangan dan hambatan yang akan ditemui, yang mungkin akan mengakibatkan penderitaan. Oleh sebab itu kecerdikan yang diikuti dengan ketulusan menjadi penting (Mat. 10:16). Melaluinya, ada cara agar kejahatan selalu dapat dikalahkan oleh kebaikan. 
  • Mewaspadai supaya kepemilikan dalam hidup tidak mengambil alih hakikat hidup sejati (Luk. 10:4). Dalam ziarah iman menjadi seorang pemulih, jangan sampai barang-barang mengalihkan fokus perhatian dalam menolong orang-orang yang membutuhkan.
  • Menjadi pembawa damai dan tidak memaksakan kehendak (Luk. 10:5-7). 
  • Menjadi pribadi yang bersahabat dalam mengupayakan apa yang baik dan mau menjadi penyembuh bagi yang sakit (Luk. 10:8-11). (Perhatikan juga Gal. 6:9-10) 
  • Semua untuk kemuliaan Allah, bukan untuk kejayaan diri sendiri (Luk. 10:16). 
  • Waspada agar tidak sombong rohani (Luk. 10:17-20). (Perhatikan juga Gal. 6:14-15). 

***

“Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu..” (Yes 66:13)
“Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.” (Mzm 66:9) 

***

(Pdt. Essy Eisen)
Comments