Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 7 September 2014

diposkan pada tanggal 4 Sep 2014 07.50 oleh Admin Situs
Bertumbuh dalam Persekutuan

Keluaran 12:1-14, Mazmur 149:1-9, Roma 13:8-14, Matius 18:15-20

Bacaan Alkitab minggu ini mendorong kita untuk bertumbuh di dalam persekutuan. Waktu Allah membebaskan umat Israel keluar dari negeri perbudakan Mesir, Allah memerintahkan diadakannya persekutuan makan paska bersama. Apa artinya? Artinya mereka harus berjalan bersama menuju hidup baru! (Kel. 12:4). Begitu juga dalam kehidupan umat Israel Baru, yaitu Gereja Tuhan Yesus. Kepada Jemaat di Roma, Rasul Paulus menasihatkan supaya pengikut Yesus menunjukkan kasih yang nyata kepada sesama. Hidup beriman harus ditentukan oleh nasihat Tuhan Yesus dan bukan oleh hawa nafsu jahat (Rm. 13:14).

Namun memang, membangun kekuatan persekutuan itu tidak mudah. Acap kali keeratan persekutuan menjadi retak karena munculnya masalah-masalah. Berita Injil minggu ini memberikan kepada kita nasihat upaya memelihara kualitas persekutuan. Dalam kehidupan gereja Tuhan, teguran yang berangkat dari kasih untuk menunjukkan kesalahan harus dilakukan dalam membimbing setiap orang yang jatuh ke dalam dosa/pencobaan untuk bangkit dari kesusahan hidup dan masuk kembali ke dalam persekutuan yang saling mengasihi. Arahan untuk menganggap orang yang tidak mau mendengarkan nasihat persekutuan, sebagai penagih pajak/orang yang tidak mengenal Allah, jangan langsung diartikan sebagai pengucilan! Sebab bukankah pada bagian Injil yang lain, kasih Kristus tetap besar kepada para penagih pajak/orang yang tidak mengenal Allah? Kasih Kristus tetap mengundang mereka untuk menikmati anugerah Allah yang mengampuni, saat mereka mau menghidupi pertobatan yang sungguh. Jadi kasih yang terus menerus dinyatakan, itulah yang akan memulihkan keretakan dalam persekutuan.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Termasuk saat kita memohonkan perubahan sikap hidup pribadi-pribadi yang mengalami pergumulan di tengah-tengah persekutuan kita. Jika kita sepakat berdoa, Allah akan mengabulkannya. Di dalam kesehatian yang berkualitas antara dua atau tiga orang yang berkumpul, Kristus sungguh hadir dan akan menyatakan kuasa-Nya yang membarui kehidupan (Mat.18:20). Kualitas persekutuan yang baik bukan hanya diukur dari tidak adanya masalah. Tetapi sejauh mana setiap pribadi dalam persekutuan itu menghadirkan diri sebagai bagian dari solusi bagi penyelesaian masalah-masalah yang ada.

Kalau kita mengasihi Tuhan Yesus dan mau dituntun oleh Kristus, kita siap menjadi bagian dari solusi penyelesaian masalah yang muncul dalam persekutuan. Ketimbang menuntut dikasihi, kita tulus mengasihi. Kita bukan hanya menjadi orang yang cakap mengungkapkan masalah-masalah yang ada, tetapi juga melakukan langkah-langkah nyata bagi penyelesaian masalah. Hal ini harus diingat untuk menjaga kekuatan persekutuan kita.

Sejak 2012, bertepatan dengan Jubileum (HUT ke 50) GKI Halimun, kita memiliki visi, harapan untuk: menjadi “Jemaat Tuhan, yang hangat, dinamis dan berpengaruh.” Supaya visi itu tercapai, ada misi/tugas yang harus dijalankan yaitu: memenuhi kebutuhan pertumbuhan rohani jemaat, meningkatkan hubungan yang hangat dalam jemaat, mengoptimalkan potensi pelayanan jemaat, membangun kekuatan jemaat berbasis kelompok kecil, serta memberikan pengaruh positif dalam komunitas.

Sejak saat itu juga kita mulai menggalakan gerakan saat teduh, yaitu sebuah gerakan yang mendorong kita semua untuk mencermati pesan kitab suci supaya hidup kita tercerahi oleh Firman Tuhan. Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan rohani. Selain itu, kita juga mendorong terbentuknya kelompok-kelompok kecil dalam jemaat. Kelompok ini acap dikenal sebagai kelompok tumbuh bersama. Kelompok yang terdiri dari 5-7 orang ini rutin bertemu sekali seminggu untuk membahas bagian kitab suci, berbagi pengalaman perjalanan hidup dan iman, serta saling mendukung dan mendoakan satu sama lain.

Kelompok-kelompok ini akan dirintis dan dikoordinasikan berlangsung mulai dari guru-guru sekolah minggu, remaja, pemuda, dan dewasa (umum). Bagi umat umum, anda diundang untuk mengikuti kelompok tumbuh bersama ini setiap Jumat mulai pk. 19.00. Sedangkan untuk kelompok guru-guru sekolah minggu, remaja dan pemuda anda dapat menghubungi para pengurus komisi untuk jadwal pertemuannya.

Mengapa kelompok-kelompok kecil ini penting bagi kehidupan jemaat? Sebab melalui dinamika kegiatan yang ada di dalam kelompok kecil ini, pertumbuhan rohani, hubungan yang hangat, pengenalan kepada potensi pelayanan pribadi, serta upaya-upaya memberikan pengaruh positif dalam komunitas dapat dilatih dan dikembangkan bersama. Ke depannya kita akan berupaya membangun kelompok-kelompok kecil ini tidak terbatas pada kegiatan di gereja saja, tetapi juga berangkat dari lokasi kedekatan domisili, kelompok minat dan hobi, pertemanan sebaya, bahkan kelompok tumbuh bersama dalam lingkup keluarga-keluarga. Melalui kelompok-kelompok kecil ini kita melatih diri untuk bertumbuh bersama, berpegang kepada kebenaran ke arah Kristus yang adalah Kepala hidup persekutuan kita.

Pertanyaan Aplikasi
  • Saat keluarga/gereja anda menghadapi masa sukar apa yang anda lakukan sebagai bagian dari persekutuan? 
  • Bagaimana kualitas persekutuan kita? Apakah kita mau bekerjasama mewujudnyatakan persekutuan yang berkualitas sesuai tuntunan Tuhan Yesus?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments