Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 9 Januari 2011

diposting pada tanggal 6 Jan 2011 12.05 oleh Essy Eisen
Dikasihi Allah untuk mengasihi yang lain

Yesaya 42:1-9
Bagian ini dikenal juga sebagai “nyanyian hamba Tuhan”. Sebutan “Hamba Tuhan” menunjuk kepada sosok Mesias (yang diperkenan Allah), maupun secara kolektif kepada umat Israel (Yes 41:8-10). Penginjil Matius (Mat 12:18-21), mereferensikan bagian ini dalam kaitan dengan karya Tuhan Yesus. Kasih Allah yang dinyatakan oleh hamba Tuhan ini bersifat lembut, mendukung, benar dan adil. Israel diajak untuk memberlakukan kasih Allah yang seperti ini. Yesus Kristus dengan nyata sudah menunjukkannya.

Gereja, sebagai mitra Allah, Israel baru, dipanggil untuk menghidupi kebenaran dan keadilan, yang disampaikan dengan lembut dan penuh sikap-sikap yang mendukung dan menyemangati.

Mazmur 29
Pemazmur menegaskan bahwa Allah ialah pencipta dan penguasa alam semesta. Segala sesuatu dijadikan-Nya dan segala sesuatu dijadikan-Nya baik dalam keseimbangan yang harmonis. Mengingat akan kuasa Allah yang besar ini, orang diajak untuk menyadari kepada Siapa mereka harus menyembah. Di samping itu, mereka juga memiliki pegangan yang kokoh kepada kuasa Allah yang besar itu di tengah kesusahan hidup yang ada.

Allah terus mencipta segalanya menjadi baru, untuk kemuliaan-Nya.

Matius 3:13-17
Keinginan Yesus untuk dibaptiskan oleh Yohanes menunjukkan solidaritas Yesus kepada orang berdosa. Yesus tidak berdosa, tetapi mau menempati posisi orang berdosa untuk memperbarui manusia. Penyertaan Kuasa Allah di dalam Roh Kudus setelah pembaptisan Yesus menunjukkan bahwa Allah berkenan akan pembaruan manusia melalui Tuhan Yesus Kristus, Anak-Nya yang diperkenan-Nya.

Pembaruan yang dikerjakan Allah bagi dunia, nyata di dalam Yesus Kristus dan melalui pengikut Yesus Kristus, yang berkomitmen untuk menjadi satu Tubuh dengan-Nya.

Kisah Para Rasul 10:34-43
Pada bacaan ini Petrus mengungkapkan pencerahan yang sudah terjadi dalam kehidupan imannya. Kasih dan pembaruan hidup karena Yesus Kristus terbuka dan dapat diterima oleh setiap orang yang mengasihi Allah, yang hidup dalam perbuatan baik dan kebenaran. Petrus semakin memahami bahwa karya Yesus, dimulai dari pembaptisan-Nya, karya penginjilan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya serta penetapan-Nya menjadi Hakim atas orang yang hidup dan yang mati berdampak bukan kepada diri dan komunitasnya saja, tetapi kepada semua orang yang dengan pertolongan Roh Kudus, bersedia mengimani-Nya.

Di dalam Yesus Kristus ada kehidupan baru bagi semua orang. Itulah Injil.

Perenungan

  • Mengingat pembaptisan Yesus Kristus, kita mengingat pembaptisan kita juga. Apa makna baptisan Anda? Apa makna Perjamuan Kudus bagi Anda?
  • Setiap orang yang dipilih Allah, dipanggil untuk memberitakan kasih-Nya. Dengan cara Anda memberitakan kasih Allah? Kepada siapa Anda memberitakannya?

Comments