Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Tidak Jemu Berdoa dan Tidak Putus Asa

diposting pada tanggal 13 Okt 2016 00.25 oleh Admin Situs   [ diperbarui13 Okt 2016 00.32 ]
Kejadian 32:22-31, Mazmur 121, 2 Timotius 3:14-4:5, Lukas 18:1-8

Akan ada saat di mana kita bergumul dan bergulat dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan iman kita. Saat itu terjadi, apakah kita akan memenangkan pergulatan itu dengan tetap setia dalam beriman? Atau menyerah dan mengalami kemandekan pertumbuhan iman? Atau malah menyangkali iman?

Kita tidak boleh ragu untuk tetap setia. Tuhan adalah penolong yang sejati. Jika kita ragu, kita rugi sendiri, sebab kita memilih langkah mundur ketimbang langkah maju. Tidak ada kuasa yang dapat menyetop kuasa kasih Tuhan yang mengubahkan hidup kita untuk menjadi lebih baik. Dia Juruselamat kita. Kalau kuasa Tuhan tidak dirasakan dan dialami, biasanya itu terjadi karena seseorang memilih melarikan diri dari Tuhan, ketimbang berserah kepada pengasihan-Nya.

Penyerahan diri harus menjadi pilihan kita. Penyerahan diri diwujudkan dengan ketulusan dan ketekunan doa, serta pembacaan, pemahaman, pemberlakuan Firman Tuhan di dalam kehidupan kita setiap hari. Hendaknya itu bukan dilakukan sendirian saja, tetapi bersama-sama dengan keluarga kita dan dengan setiap orang yang kita kasihi dan mengasihi kita.
  1. Apa yang terjadi antara Yakub dan Esau dalam Kejadian 32:1-21? Apa yang kemudian dilakukan Yakub setelah kejadian itu (Kej. 32:21-24)? 
  2. Apa yang terjadi dalam pergulatan fisik yang dialami Yakub (Kej. 32:25-26)? Apa yang Yakub minta (Kej. 32:26, 29)? Apa yang kemudian diberikan oleh orang yang bergulat dengan Yakub (Kej. 32:27-29)? Siapakah orang yang telah bergulat dengan Yakub itu ternyata (Kej. 32:30)? 
  3. Apakah yang terakhir Anda minta kepada Allah melalui doa? Apakah ada kejadian-kejadian yang tidak mudah dalam menantikan jawaban doa itu? Apa yang terjadi sekarang? 
  4. Siapakah sumber pertolongan hidup si Pemazmur (Mzm. 121:1-2)? Apa bukti dari pertolongan Allah menurut si Pemazmur (Mzm. 121:3-8)? 
  5. Pertolongan seperti apakah yang telah diberikan Allah kepada Anda? Bagaimana tanggapan Anda sesudahnya? 
  6. Apa yang harus dipegang oleh Timotius? Siapa yang mengajarkannya? (2 Tim 3:14) 
  7. Apa manfaat Kitab Suci menurut Paulus (2 Tim 3:15-17)? 
  8. Apa yang harus dilakukan oleh Timotius sesudahnya (2 Tim 4:1-2)? Mengapa (2 Tim 4:3-4)? Apa yang tidak boleh hilang dalam diri Timotius dalam pelaksanaan tugas pelayanannya? 
  9. Kapan terakhir kali Anda membaca Kitab Suci dan mengalami manfaat darinya? Apa yang akan Anda lakukan supaya orang mengalami kabar baik / Injil Kristus? 
  10. Apa yang Yesus tegaskan kepada murid-murid (Luk 18:1)? Bagaimana cara Yesus mengajar murid-murid untuk mengerti penegasan itu (Luk 18:2-5)? Apa arti cerita itu (Luk 18:6-8)? 
  11. Langkah-langkah apakah yang akan Anda tempuh supaya tidak jemu-jemu berdoa? 
  12. Bagaimanakah cara Anda memberikan pengaruh yang baik supaya orang-orang yang ada di sekitar Anda memiliki kebiasaan yang tulus untuk juga menjadi tidak jemu dalam berdoa?
Minggu 16 Oktober 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments