Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 29 Januari 2012

diposting pada tanggal 2 Feb 2012 21.56 oleh Essy Eisen   [ diperbarui2 Feb 2012 21.57 ]
"Diam, keluarlah dari padanya!"
Ulangan 18:15-20, Mazmur 111, 1 Korintus 8:1-13, Markus 1:21-28

Minggu lalu kita memahami bahwa Allah memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertobat. Pesan-Nya ialah: terima Injil Kristus dan jalan bersama-Nya dalam hidup yang baru. Dalam hidup yang baru itu, orang memiliki ketaatan dan kecintaan yang tulus kepada Allah. Dengan menyerukan seruan untuk bertobat itu, Tuhan Yesus sedang menjalankan fungsi kenabian. Seorang nabi, bertugas untuk menyampaikan berita kelepasan dari Allah (Ul 18:18).

Minggu ini kita memahami bahwa ternyata Yesus lebih dari sekedar nabi. Sebab selain memberitakan perbuatan besar dari Allah untuk kebaikan manusia, Yesus juga berkuasa mengubah kehidupan manusia supaya bebas dari ikatan kuasa jahat yang membelenggu diri dengan kebencian (Mrk 1:24-25). Yesus tidak hanya mengeluarkan kata-kata belaka dari mulut-Nya, tetapi kata-kata yang berkuasa untuk membebaskan. Dia adalah Yang Kudus dari Allah. Kalau seorang nabi hanya menjadi penyalur pesan dari Allah, Yesus ternyata menjadi Pesan yang hidup dari Allah dengan segala kuasa-Nya yang baik bagi manusia yang percaya kepada-Nya. Rasul Paulus mengatakan, sebagai Tuhan, Yesus memberikan kehidupan bagi yang percaya (1 Kor 8:6), artinya, karena Kristus, orang mengalami penciptaan yang baru dalam kehidupannya. Hati dan pikirannya memiliki hikmat Allah dalam memilah dan menentukan sikap hidup lepas dari kebencian kepada orang lain.

Sekarang ini, banyak orang tidak menyadari bahwa kuasa jahat tidak sesempit membuat orang kerasukan atau kesurupan belaka. Kalau kita melihat pada kisah Injil minggu ini, kuasa jahat pada hakikatnya ialah kuasa yang menolak Kristus dan yang membuat seseorang menjauhi Kristus karena takut diubahkan oleh Kristus. Orang yang dikuasai oleh roh jahat memang mengenal Kristus, tetapi pengenalannya pada Kristus itu justru membuat dia takut dan lari, tinggal dalam dosa dan kehidupannya yang lama. Orang yang seperti itu takut Kristus membinasakan kehidupan jahatnya. Ia hidup, tetapi sebenarnya kehidupannya kosong, tanpa makna dan cenderung merusak diri sendiri dan orang lain. Emosi negatif dan prasangka buruk selalu menghantuinya dan ia enggan untuk melangkah menuju pembaruan hidup yang disediakan Allah melalui Kristus dalam Firman dan persekutuan kasih Gereja-Nya.

"Diam, keluarlah dari padanya!". Begitulah hardikan Yesus untuk membebaskan orang yang kerasukan roh jahat ribuan tahun lalu. Hardikan itu tetap berkuasa sampai sekarang! Hardikan itu untuk orang-orang yang saat sekarang ini dipenuhi oleh kemarahan, benci, dengki, kesombongan, kemalasan dan keengganan untuk memiliki hidup yang baru. Hardikan Yesus itu terwujud dalam bentuk pemberitaan Firman Allah yang kita baca dan dengarkan. Teguran, didikan dan bentukan yang disampaikan Kristus melalui Firman-Nya itu akan membuat kita lepas dari kuasa yang membusukkan arti dan makna hidup kita. Hanya karena kuasa Firman-Nya, hidup yang tadinya kehilangan vitalitas dan semangat untuk mengasihi Allah dan sesama akan diubahkan menjadi hidup yang terbarui, hidup dengan hikmat Allah. Kesabaran, kasih sayang, pengampunan, kerendahan hati, ketekunan untuk setia berproses bersama Allah dalam kehidupan adalah tanda-tanda yang kelihatan dari orang yang tidak lagi membiarkan kuasa jahat mengikat dirinya. Semua karena kuasa Firman Kristus.
  • Bersediakah kita untuk menerima kasih sayang Allah yang akan menolong kita untuk menanggalkan kebiasaan jahat yang akan membinasakan kehidupan kita?
  • Bersediakah kita untuk menerima dan melakukan pengajaran Kristus yang memberikan berkat hidup baru dalam kehidupan kita?
  • Bersedia kita mengikuti hikmat Roh Kudus dalam memilah dan memilih tindakan hidup kita?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments