Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 2 Januari 2011

diposting pada tanggal 27 Des 2010 12.56 oleh Essy Eisen   [ diperbarui27 Des 2010 13.05 ]
Yesus Kristus, Raja Penyelamat Segala Bangsa

Yesaya 60:1-6
Ini merupakan janji sekaligus ajakan yang tegas dari Allah bagi umat-Nya untuk bangkit dan menjadi terang. Dengan iman, orang yang mau berjalan bersama dengan terang Allah bukan saja menikmati segala yang baik dari Allah, tetapi juga menarik orang-orang di sekitarnya untuk merasakan kemuliaan Allah melalui kehadirannya.

Para pemimpin adalah orang yang diikuti. Mereka diikuti karena menunjukkan arah yang benar.

Mazmur 72:1-7, 10-14
Setiap orang yang dipercayakan menjalankan kepemimpinan dipanggil untuk menunjukkan kebenaran dan keadilan. Allah menginginkan umat-Nya untuk berlaku benar dan adil karena pada dasarnya Allah sendiri memihak kepada yang tertindas dan yang diperlakukan dengan tidak adil (Mzm 72:12-14). Orang yang berlaku tidak benar dan tidak adil sedang berhadapan dengan Allah sendiri.

Pemimpin sejati pertama sekali akan memimpin dirinya sendiri untuk melakukan apa yang benar dan mendatangkan keadilan bagi orang-orang di sekitarnya.

Matius 2:1-12
Kedatangan orang-orang Majus (pemimpin-pemimpin yang memiliki keahlian terpandang pada zaman itu) untuk menemui dan menyembah Yesus Kristus, menunjukkan bahwa kasih Allah di dalam Yesus Kristus terbuka bagi segala bangsa. Persembahan Emas menunjukkan peran yang akan diemban Yesus sebagai Raja, persembahan kemenyan menunjukkan peran Yesus sebagai Imam Besar yang menjadi jembatan antara yang ilahi dan insani, dan persembahan mur, menunjukkan bahwa sebagai Raja dan Imam, Yesus menempuh jalan sengsara dan maut untuk kemudian menang sebagai Anak Allah yang ditinggikan.


Bukti dari kepemimpinan yang baik dan bijaksana ialah pada saat ia diakui dan diikuti bukan hanya oleh orang dalam komunitasnya sendiri, tetapi juga dari luar komunitasnya.

Efesus 3:1-12
Di dalam dan karena Yesus Kristus, segala bangsa di dunia dapat memahami dan merasakan betapa Allah menunjukkan belaskasih-Nya dengan setia dan berkenan memulihkan setiap orang yang berbeban berat sesuai dengan janji-Nya yang Ia ungkapkan sejak dahulu kala. Kebaikan Allah ditujukkan tidak sempit, sempal dan eksklusif, melainkan terbuka kepada setiap orang yang mau menerima dan menghidupinya di dalam iman.


Para pengikut Kristus dipanggil untuk menjadi jembatan kasih Allah yang tidak berbatas
dalam kehidupannya yang terbatas.


Perenungan


  • Dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, dampak apa yang Yesus Kristus berikan bagi Anda?
  • Jika Yesus Kristus adalah Raja Penyelamat Segala Bangsa, bagaimana Anda menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang berbeda (suku, agama, status sosial) dengan Anda?
  • Bagaimana pendapat Anda mengenai fanatisme Agama? Apakah sesuai dengan kasih Allah di dalam Yesus Kristus? Mengapa?
Comments