Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Anak Difable

diposting pada tanggal 9 Mar 2011 15.22 oleh Essy Eisen   [ diperbarui9 Mar 2011 15.37 ]
Disebuah supermarket terlihat ada kerumunan orang. Mereka memperhatikan seorang anak laki-laki berumur kira-kira 20 tahun, sedang mengamuk dengan membawa botol minum yang kosong dan memukul-mukulkannya ke tembok sehingga menimbulkan suara bising.

Di belakang anak itu, ibunya membujuk agar menghentikan perbuatannya yang mengganggu itu. Rupanya anak itu seorang anak difable (kalau dulu anak seperti ini disebut disable, cacat,kini disebut different ability = difable). "Cape mama mengurusmu. Mama sayang kamu. Mama sudah mengajak kamu jalan-jalan, tetapi kamu malah membuat mama pusing dengan mengamuk seperti ini. Belum lagi, kadang-kadang kamu tidak mau makan, dan ketika mama menyuruh makan, kamu menggigit mama hingga bibir kamu berdarah. Kadang kamu juga mencakar tangan mama, hingga tangan mama berdarah.

Melihat peristiwa ini saya teringat kisah Tuhan Yesus sewaktu sebelum disalib. Ketika selesai menghadap Pilatus, Yesus ditinju, diludahi, diolok-olok seolah-olah raja, diberi mahkota duri, dengan kata-kata: "Inilah Raja orang Yahudi", diludahi. Kalau kita mengenang kejadian itu, bukankah kita seringkali sama seperti anak yang difable itu? Kita sering bertindak melukai dan menghina Tuhan, padahal kita tahu Tuhan sudah disalib, berkurban untuk keselamatan kita. Namun sikap kita sama seperti anak yang difable itu terhadap ibunya.

Paulus Trisaputra
Comments