Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Bagai serigala masuk ke kandang domba

diposkan pada tanggal 3 Sep 2011 10.03 oleh Essy Eisen   [ diperbarui3 Sep 2011 10.07 ]
Matius 18: 15-20

Beberapa tahun yang lalu saya menerjemahkan sebuah buku rohani populer berjudul The Ten Dumbest Things Christians Do atau Sepuluh Hal Terbodoh yang Dilakukan Orang Kristiani. Mark Attebery, penulis buku itu, mengritik sepuluh hal berkenaan kehidupan rohani dan bergereja. Salah satu hal yang disorotinya adalah kurangnya penegakan disiplin gerejawi yang bisa berdampak pada ditoleransinya dosa. Menurutnya, membiarkan seorang pendosa kronis hidup di tengah jemaat sama dengan membiarkan serigala masuk ke kandang domba, karena sang pendosa akan menyeret jemaat-jemaat yang lain untuk melakukan dosa atau sebaliknya, membuat anggota-anggota jemaat kabur dari gereja.

Sejak awal bertumbuhnya gereja, soal menegakkan disiplin gerejawi dan menegur dosa sudah dibicarakan. Dalam Injil Matius kita jumpai Tuhan Yesus memerintahkan para muridNya untuk tidak segan menegur anggota jemaat yang kedapatan berdosa dan bahkan mengeluarkan anggota-anggota jemaat yang terus menerus melakukan dosa. Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menegakkan disiplin gerejawi juga dengan jelas diterangkan oleh Penulis Injil Matius. Pertama-tama, tegurlah orang yang berdosa itu secara empat mata. Jika tidak ada pertobatan, maka ditempuh langkah kedua, membawa satu atau dua orang lain dari jemaat untuk menegurnya sekali lagi. Jika langkah itu tidak membawa hasil, ditempuh langkah ketiga yaitu mengumumkannya kepada jemaat. Langkah terakhir adalah mengeluarkan orang itu dari persekutuan jemaat.

Di zaman ini penegakkan disiplin gerejawi agaknya dianggap hal yang kuno dan tidak lagi perlu. Ada anggapan bahwa kita semua toh orang berdosa, karena itu kita tidak perlu menegur anggota jemaat lain yang kedapatan berdosa. Benar sekali bahwa tiap orang berdosa, tetapi tidak benar jika kita melestarikan dosa. Ada pula anggapan bahwa menegur orang lain tentang dosa membuat kita terlihat sok tahu dan suka ikut campur kehidupan orang lain. Ini ada benarnya. Apalagi jika si penegur itu juga memiliki kebiasaan menyebarkan gosip tentang keburukan anggota jemaat kepada anggota-anggota yang lain. Untuk dapat menegur orang lain yang berdosa, kita masing-masing memang pertama-tama dipanggil untuk menanggalkan dosa-dosa kita. Munafik memang jika kita menegur orang agar berhenti mencuri, kalau kita sendiri suka mengambil keuntungan dari urusan gerejawi, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial. Setiap kali kita ingin menegur orang lain, kita juga senantiasa perlu memeriksa hidup kita. Apakah kita sendiri hidup berpadanan dengan Injil? Di samping itu tentunya ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan dengan baik ketika kita menegur orang lain yang berdosa. Ini membutuhkan tuntunan hikmat Roh Kudus dan pengenalan yang baik akan Firman Allah agar teguran kita tidak menjadi bumerang atau malah memperkeruh suasana.

Kepada para gembala jemaat, yaitu para anggota majelis jemaat dan juga tiap orang yang memikul tanggung jawab penggembalaan dalam lingkup yang lebih terbatas seperti para guru sekolah minggu, pembimbing PIK dan pengurus komisi, menegur anggota jemaat yang berdosa bukanlah sebuah pilihan melainkan tugas. Kristus sendiri memerintahkan para muridNya untuk menegakkan disiplin gerejawi. Ini adalah tanggung jawab penggembalaan yang perlu dilakukan dengan seksama. Bukan kebetulan Tuhan memberikan langkah-langkah yang jelas untuk dijalankan oleh para muridNya. Ini semua menunjukkan Dia tidak main-main terhadap tugas penegakkan disiplin gerejawi. Seperti perumpamaan Attebery, jika para gembala tidak melakukan apa-apa ketika serigala masuk ke kandang domba, celakalah gembala-gembala itu dan malanglah domba-dombanya.

Bagi para anggota jemaat, kiranya setiap dari kita juga terbuka menerima teguran dari para gembala kita, toh tak ada seorangpun dari kita yang betul-betul bebas dari dosa. Kiranya kita juga dimampukan untuk mengindahkan teguran dan berbalik dari dosa.

(Agustian N. Sutrisno)
Comments