Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Memanfaatkan Situs Jejaring Sosial di Internet untuk membangun jemaat

diposting pada tanggal 18 Sep 2011 22.08 oleh Essy Eisen   [ diperbarui18 Sep 2011 22.23 ]
Bina Remaja GKI Klasis Jakarta Timur
GKI Bektim, 15 Januari 2011

-Pdt. Essy Eisen-

Sesi 1: Eksplorasi 
Memanfaatkan Situs Jejaring Sosial di Internet untuk membangun jemaat 

1. Pengantar
Apa yang saya sampaikan ini merupakan upaya berbagi atas apa yang sudah saya kerjakan sendiri berkaitan dengan pemanfaatan situs jejaring sosial di internet dalam kaitan membangun jemaat. Jujur saja, saya tidak memiliki latar belakang pengetahuan ilmu informasi dan teknologi (IT). Lebih banyak pengetahuan saya muncul karena proses otodidak (belajar sendiri) dengan berseluncur di Internet. Untuk makalah ini sebagian besar data saya ambil dari situs Wikipedia.[1] Oleh sebab itu saya mengundang saudara-saudara yang secara khusus belajar dalam bidang IT dan ingin melengkapi apa yang sudah saya sampaikan khususnya yang berkaitan dengan fitur-fitur IT dapat menyempurnakannya.

Saya bersyukur kalau Remaja GKI dalam lingkup GKI Klasis Jakarta Timur cermat dan bijak di dalam melihat situasi zaman yang ada mengenai meluasnya penggunaan media internet di masyarakat, untuk kemudian mengenali dan mendayagunakannya bagi pelayanan kategorial remaja pada khususnya dan jemaat pada umumnya.

2. Apa itu Pembangunan Jemaat?
Pembangunan Jemaat adalah upaya untuk merencanakan dan melaksanakan proses-proses perubahan secara menyeluruh, terpadu, terarah dan bersinambung dalam segala lingkup juga dalam hubungan timbal balik dengan masyarakat di mana Gereja hidup dan berkarya.

Ini ditempuh agar Gereja mampu mewujudkan persekutuan serta melaksanakan kesaksian dan pelayanan sesuai dengan kehendak Allah di dalam Kristus di tempat Allah memanggil dan mengutus.[2]

Secara garis besar pembangunan jemaat dilaksanakan melalui:
  • Pemberdayaan seluruh anggota GKI dan kelompok-kelompok pelayanan dalam Jemaat sebagai pelaku-pelaku pembangunan jemaat dengan mendayagunakan talenta-talenta yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka serta memanfaatkan potensi-potensi dan kemungkinan yang ada dalam Jemaat 
  • Perwujudan dan pembinaan kepemimpinan yang melayani dan efektif 
  • Perumusan Visi Misi Jemaat yang melibatkan jemaat secara keseluruhan dengan mempertimbangkan Visi dan Misi GKI sebagai arah bersama
  • Penyusunan, pelaksanaan dan pengevaluasian program pelayanan jemaat yang mengacu kepada Visi dan Misi Jemaat, dengan merespons pada perkembangan dan persoalan kemasyarakatan dan kebudayaan di lingkungan 
  • Penyusunan struktur pelayanan dan struktur organisasi Jemaat yang tepat bagi kehidupan dan karya Jemaat dalam lingkungan
  • Pelaksanaan dan pengembangan proses-proses komunikasi timbal balik ke segala arah dan seluas mungkin antaranggota dan antar kelompok dalam Jemaat 
  • Pelaksanaan dan pengembangan proses-proses pengambilan keputusan di setiap lingkup pelayanan Jemaat maupun dalam lingkup Jemaat secara keseluruhan, dengan cara-cara yang tepat sehingga keputusan-keputusan yang diambil dapat diterima, didukung dan dilaksanakan oleh mereka yang terlibat di dalamnya 
  • Penanganan dan penyelesaian secara efektif dan konstruktif terhadap masalah-masalah yang muncul dalam Jemaat, yang disebabkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal agar kesatuan Jemaat dapat tetap terpelihara dan karya Jemaat dapat tetap diwujudnyatakan. 
Pdt. Em. Eka Darmaputera pernah mengatakan bahwa gereja itu harus “signifikan ke dalam”, dan “relevan keluar”. Oleh sebab itu gereja harus bijak dan bajik memanfaatkan segala talenta yang dikaruniakan Roh Kudus di dalam gereja untuk membangun segenap anggotanya ke arah Kristus, yang memampukannya melayani dunia.

Melalui kesempatan pembinaan ini, kita akan memfokuskan diri kepada upaya pelaksanaan dan pengembangan proses-proses komunikasi timbal balik ke segala arah dan seluas mungkin antaranggota dan antar kelompok dalam Jemaat dengan memanfaatkan situs jejaring sosial.

3. Apa itu Situs Jejaring Sosial?
Situs jejaring sosial adalah layanan dalam jaringan (online service), platform, atau situs yang berfokus dalam membangun dan mencerminkan jaringan-jaringan sosial, atau relasi-relasi sosial di antara orang-orang yaitu yang berbagi ketertarikan-ketertarikan atau aktvitas-aktivitas mereka. Layanan jejaring sosial biasanya terdiri dari perwakilan dari masing-masing pengguna user (atau biasanya disebut profile), link-link yang dimiliki oleh orang-orang itu, di tambah dengan beberapa layanan yang bervarisi lainnya.

Kebanyakan jejaring sosial berdasar pada (web based) dan menyediakan layanan kepada pengguna yang berinteraksi melalui internet, seperti surat elektronik (e-mail) dan pesan instan (instant messaging). Meskipun kadang, layanan komunitas dalam jaringan kadang juga dipertimbangkan sebagai layanan jejaring sosial. Secara luas, layanan jejaring sosial berarti layanan berangkat dari individu yang ada pada layanan komunitas dalam jaringan yang mengelompok. Situs-situs jejaring sosial membolehkan penggunanya untuk berbagi gagasa-gagasan, aktivitas, acara-acara, dan ketertarikan-ketertarikan mereka dalam jejaring-jejaring individual mereka.

Tipe-tipe utama layanan jejaring sosial dapat dikategorikan dari segi tempat (seperti rekan sekolah/alumni pada tahun tertentu), perkawanan (dilengkapi dengan penggambaran mengenai jati diri pribadi) dan tautan (link) sistem rekomendasi untuk membangun kepercayaan (trust). Metode popular saat ini menggabungkan hal-hal ini dengan Facebook dan Twitter yang banyak digunakan seluruh dunia; MySpace dan LinkedIn banyak digunakan di Amerika Utara; Nexopia (kebanyakan di Canada); Bebo, Hi5, Hyves (kebanyakan di Belanda), StudiVZ (kebanyakan di Jerman), iWiW (kebanyakan di Honggaria), Tuenti (kebanyakan di Spanyol), Nasza-Klasa (kebanyakan di Polandia), Decayenne, Tagged, XING, Badoo dan Skyrock in di bagian tertentu Eropa; Orkut dan Hi5 di Amerika Selatan, India dan Amerika tengah; dan Friendster, Mixi, Multiply, Orkut, Wretch, renren dan Cyworld di Asia dan kepulauan pasifik serta Twitter, Orkut dan Facebook in India.

Ada upaya menstandarisasikan layanan ini untuk menghindari duplikasi entri (teman-teman atau ketertarikan yang ada). Meskipun beberapa jejaring sosial terbesar berangkat dari upaya mendigitalkan hubungan-hubungan yang semirip mungkin dengan hubungan nyata dalam masyarakat, banyak juga jaringan yang memfokuskan diri pada pengkategorian berdasarkan ketertarikan pada buku-buku, musik, hingga kepada, bisnis nir laba, dll, sebagai cara untuk menyediakan baik layanan dan pembangunan komunitas yang terdiri dari mereka yang berbagi ketertarikan bersama mereka.[3]

Situs Wikipedia mencatat ada sekitar 200 buah situs jejaring sosial di seluruh dunia sejauh ini.[4] Situs-situs itu seperti telah dijelaskan di atas terdiri dari beragam fasilitas, terproyeksi berdasarkan negara tertentu, dan terkelompokkan dari yang berbayar hingga gratis. Tetapi tentu yang paling tekenal adalah Facebook[5]. Pada tanggal 22 Juli 2010, pengguna Facebook mencapai 500 juta orang dan terus bertambah. Ini berarti 8 % dari populasi penduduk dunia. Kira-kira 1 dari 14 orang memiliki akun di Facebook.[6] Berikutnya ialah Twitter[7]. Walaupun belum sebanyak pengguna Facebook, situs mikro blogging ini juga digemari oleh banyak orang dengan ciri khas updating status pendek realtime-nya. Mengingat kepopuleran dua situs ini, dan bahkan banyak juga digunakan baik oleh media maupun organisasi-organisasi bisnis maupun perusahaan nir-laba, pada kesempatan ini kita akan melihat bagaimana dua situs ini digunakan untuk pembangunan jemaat remaja.

4. Dalam hal apa situs jejaring sosial itu membangun jemaat?
Salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan pembangunan jemaat adalah pelaksanaan dan pengembangan proses-proses komunikasi timbal balik ke segala arah dan seluas mungkin antaranggota dan antar kelompok dalam Jemaat. Ini tentu tidak sama dengan menebar rumor yang ada di jemaat atau menggosipkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya di jemaat atau berbasa-basi mengisi waktu luang akan hal-hal yang tidak perlu atau bahkan mengungkapkan emosi negatif yang tidak jelas.

Proses komunikasi yang dimaksudkan di sini ialah upaya-upaya mengirimkan dan menerima pesan yang berkaitan dengan faktor-faktor lain yang ada dalam upaya pembangunan jemaat. Dalam kitab suci kita dapat menemukan bahwa komunikasi adalah bagian yang penting dalam rencana keselamatan Allah bagi dunia ini. Adam dan Hawa berkomunikasi dengan Allah. Juga Bapa leluhur Israel: Abraham, Ishak, Yakub, Para Nabi Musa, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan tentu, Tuhan Yesus juga bercakap-cakap dengan murid-murid-Nya, dengan perempuan samaria, dengan Zakheus dan banyak lagi.

Situs jejaring sosial tentu tidak dapat menggantikan upaya pembangunan komunikasi yang sejati melalui tatap muka, bahasa lisan dan dinamika bahasa tubuh, tetapi karena sifatnya yang mudah diakses, bahkan melalui telepon selular sekalipun, ia dapat menjadi alat yang cukup sejauh internet dapat diakses, saat upaya pembangunan komunikasi yang sejati karena satu dan lain hal tidak dapat dilakukan. Dalam kitab suci kita menemukan Rasul Paulus, yang juga menggunakan sarana yaitu melalui surat menyurat sebagai tindakan penggembalaannya. Yang harus diingat, persekutuan sejati antar pribadi di dalam kasih Tuhan dalam pertemuan tatap muka dan bahasa lisan tidak boleh tergantikan karena kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh situs jejaring sosial.

Selain sebagai alat komunikasi, situs jejaring sosial juga dapat membangun jemaat karena ia menjadi sarana pengingat bahwa panggilan kita melayani Tuhan tidak pernah dibatasi oleh gedung gereja. Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya ke dalam dan ke seluruh dunia. Saya menghayati ini pun berarti sampai dunia maya (internet) juga. Dunia nyata memang yang utama, tetapi dunia maya (internet) juga tidak bisa diabaikan. Kesadaran ini tidak berarti sesempit menebar ayat-ayat Alkitab di dunia maya, tetapi dalam pengertian: sejauh mana orang yang sudah dibarui oleh Kasih Kristus, menyatakan kehadirannya di dunia maya dengan tetap setia sebagai pengikut Kristus sebagaimana di dunia nyata.

Yohanes Calvin, tokoh pembaharu gereja pernah mengatakan dunia adalah panggung maha karya kemuliaan Allah. Semangat pembaruan ini harus meresap ke dalam diri orang-orang muda yang menghadapi tantangan dunia dengan segala kemajuan yang ada di dalamnya. Sebab tidak jarang dalam dunia maya para pengikut Kristus mengalami split-personality (keterpecahan kepribadian) saat yang tampil bukan lagi dirinya bahkan melakukan apa-apa yang bertentangan dengan kehendak Allah, karena beranggapan tidak ada yang mengenalnya dan mengetahuinya di dunia maya!

Rasul Paulus pernah menyebutkan jemaat Korintus sebagai “surat Kristus” yang dapat dibaca semua orang. Kini mungkin dalam kemajuan dunia maya dapat dikatakan kamu itu “user/member Kristus”. Apakah setiap orang dapat melihat Kristus dalam tampilan kamu di dunia maya? (Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 2 Kor 3:2-3)

5. Dalam hal apa situs jejaring sosial menghancurkan jemaat?
Seperti pisau, di tangan seorang dokter yang memiliki itikad baik dan dedikasi yang tinggi untuk menolong orang yang kesusahan karena penyakit dan dengan penghayatan takut kepada Tuhan akan sangat membantu, demikian pula situs jejaring sosial di tangan seorang remaja yang beritikad untuk menjadi pengikut Kristus, bertumbuh bersama di dalam Kristus.

Namun pisau, di tangan seorang yang dipengaruhi oleh emosi negatif, sakit hati, kebencian, hawa nafsu yang jahat dan ingin merusak serta membuat kesusahan bagi orang lain, akan sangat mematikan. Demikian pula situs jejaring sosial. Kadang ia menjadi alat yang dapat merusak tatanan yang diciptakan Allah dengan sangat baik. Ia menjadi alat yang bahkan dapat membunuh! Pada bulan Oktober 2006, sebuah profil Myspace diciptakan atas nama Josh Evans oleh Lori Janine Drew yang membawa kepada tindakan pembunuhan Megan Meier.[8]

Kehancuran jemaat terjadi dapat terjadi jika pengguna situs jejaring sosial tidak mengenali dampak-dampak yang dapat muncul tanpa disadari dalam interaksi komunikasi yang terjadi dengan tidak bijaksana di antara sesama pengguna atau melalui pemanfaatan data-data informasi yang ada oleh orang-orang yang bermaksud jahat untuk melakukan cyber-bullying (menggunakan media internet untuk melakukan tindakan kekerasan atas pribadi atau bahkan pembunuhan karakter) dan cyber-stalking (mengintip informasi pengguna).

Tidak jarang ditemukan, misalnya dalam Facebook, grup-grup atau cause-cause yang bernada meremehkan dan menista Tuhan, agama dan nilai kemanusiaan. Tidak jarang juga status-status Facebook yang mengungkapkan makian dan kata-kata kasar yang memberikan pengaruh negatif dalam perkawanan atau citra diri seseorang dan komunitasnya. Belum lagi foto-foto atau video yang menimbulkan interpretasi keliru dan membangkitkan hawa nafsu jahat bagi yang melihatnya.

6. Kesimpulan
  • Gereja Tuhan Yesus Kristus, karena kasih Bapa dan karya agung-Nya di dalam Yesus Kristus dan hikmat Roh Kudus yang menolongh terus membangun diri semakin serupa Kristus di tengah dunia ini. (Ef. 4:12-15) 
  • Situs jejaring sosial menjadi alat yang dapat didayagunakan dalam upaya pembangunan gereja (dalam arti spiritual).
  • Situs jejaring sosial bukan pengganti persekutuan yang sejati di dalam gereja dan di masyarakat, tetapi sebagai alat pelengkap dalam komunikasi tiga arah (manusia, Allah, sesama manusia ) yang dicerahi oleh hikmat Allah.
  • Dunia adalah panggung kemuliaan Allah. Termasuk dunia maya (internet) dengan situs jejaring sosialnya. Panggilan pengikut Kristus ialah menjadi “surat Kristus” yang dapat dibaca oleh setiap orang di dalam dunia maya. 
*** 

Sesi 2: Lokakarya 
Menguasai Situs Jejaring Sosial yang populer: Facebook dan Twitter 


Kata “menguasai” dalam judul ini ada dalam pemahaman yang luas. Artinya bukan dalam arti mahir, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa sepatutnya alat tidak pernah boleh “memperalat” orang yang menggunakannya. Alat selalu harus menjadi “alat”. Bagi kita pengikut Kristus, pelayan-pelayan-Nya jelas, hasil akhirnya haruslah memuliakan Allah.

1. Facebook

Facebook menyediakan fasilitas untuk membuat Group. Saya menyarankan sebagai wadah jejaring dalam lingkup komisi dapat menggunakan fasilitas ini.

a. Creator
Pertama sekali, anda harus memiliki akun facebook. Kedua, minimal anda khususnya admin harus dapat membaca tulisan dalam bahasa inggris (untuk fasilitas help yang lebih luas) Ketiga, proses pemilihan Admin harus selektif dan Penatua Pendamping Remaja dan Pendeta Jemaat sangat disarankan menjadi Admin juga. Creator dan Admin memiliki fasilitas yang sama. Tetapi creator lebih terbatas kepada supervisi saja, sedangkan Admin berkewajiban untuk mengecek dan mengendalikan lalu lintas informasi yang masuk dan keluar.

b. Administrators
Setiap informasi yang masuk dan keluar harus diketahui oleh Admin, sebab bukan tidak mungkin kadang ada penyusup yang akan mengacaukan grup. Admin juga bertindak untuk menjaga agar grup berjalan efektif dengaan menjaga postingan dalam batas kewajaran sebagai pengikut Kristus.

c. Members
Pada prinsipnya members diberikan kewenangan untuk memposting entah status, link, video, events, atau berbagi dokumen. Sama seperti fasilitas profil, setiap postingan yang masuk dapat diberikan komentar, dihapus, atau berlangganan kelanjutan komentar terhadap status postingan yang diberikan oleh members.

d. Privasi
Sebagaimana privasi keamanan pada profil utama, privasi grup juga dapat diatur sesuai dengan kesepakatan creator dan admin untuk kebaikan seluruh members grup dan maksud serta tujuan dibuatnya grup.

e. Keamanan
Keamanan di sini ialah keamanan akun. Perlu menjadi perhatian apabila menggunakan komputer publik, atau jaringan internet publik agar selalu log out setelah selesai menggunakan facebook. Untuk ekstra keamanan dapat melakukan pembersihan cache dan cookies. Jangan sekali-kali mengizinkan untuk mengingat password pada komputer publik. Jika menggunakan komputer pribadi dapat menggunakan anti virus/malware yang terjamin mutunya. Selain itu, jangan pernah memberitahukan password anda kepada orang lain, serta buatlah password yang tidak mudah ditebak serta menggunakan kombinasi antara huruf, angka, tanda baca dan simbol baik pada akun facebook maupun pada akun email.

2. Twitter
Berbeda dengan facebook, Twitter hanya dapat dikendalikan oleh satu orang saja, kecuali anda berbagi username dan password anda dengan orang lain. Twitter adalah situs mikro blog artinya, seperi halnya sms, posting pada Twitter terbatas hanya pada 140 karakter. Tetapi ada juga situs yang menyediakan untuk memperpanjang posting twitter dan memperpendek url. Twitter juga menyediakan fasilitas untuk upload gambar/foto dan update lokasi. Media-media berita menggunakan Twitter untuk mengupdate pesan terkini bagi orang yang ingin mengetahui berita/kabar terbaru. Twitter dapat disimak oleh orang banyak (jika terbuka) dan update terkini dapat dinikmati oleh sesama pengguna Twitter yang mengikuti profile terkait.

3. Content. Apa yang bisa dilakukan dalam konteks pembangunan jemaat?

a. Status
Banyak hal bisa menjadi status. Intinya status itu adalah ungkapan otentik dari orang tertentu yang dibagikan kepada pengguna yang lain. Dalam konteks pembangunan jemaat, status yang diisikan tentu harus mendukung upaya-upaya pembangunan jemaat. Misalnya: berkaitan dengan informasi kegiatan, kata-kata pengharapan, pertanyaan, permohonan doa, pengumuman.

Admin harus bijaksana supaya jangan mengupdate status pribadi dalam grup sehingga terkesan menjadi spam bagi anggota grup yang lain. Begitu juga dengan anggota yang lain harus dikendalikan oleh Admin. Waspada terhadap penyalahgunaan wall grup oleh pihak-pihak yang ingin mempromosikan barang/jasa, sekalipun berbau rohani. Admin dapat mengatur kebijakan yang tegas dan jelas tentang hal ini, supaya wall tidak dibanjiri oleh hal-hal yang justru akan mengalihkan perhatian pengguna grup yang lain dan maksud awal tujuan grup.

b. Info Acara
Info acara (event) dapat diisi dengan informasi kegiatan dalam waktu dekat, minimal yang akan berlangsung 1 minggu sebelumnya lebih bagus lagi jika 2-3 minggu sebelumnya sebagai teaser dan persiapan anggota lain untuk mengatur jadwal. Detail acara harus dibuat singkat, jelas dan menarik serta tidak menimbulkan pertanyaan lanjutan. Tidak semua kegiatan harus dimasukkan dalam info acara, tetapi hal-hal yang terjadi seminggu sekali dengan tema khusus tertentu, boleh dimasukkan di dalam acara. Lalu, harus tetap diingat bahwa acara-acara yang ada harus yang berkaitan dengan grup dan bukan semata-mata kelompok dalam grup saja.

c. Diskusi
Fasilitas diskusi dapat diisi dengan topik-topik diskusi dari yang santai sampai serius. Dapat juga diisi dengan catatan kotbah minggu lalu yang ditulis bergantian oleh anggota. Jika anggota berhalangan dapat digantikan oleh Admin/yang dipercayakan untuk menulis catatan kotbah. Contoh lain, diskusi dapat juga diisi dengan doa, puisi, kesaksian hidup dan ruang tanya jawab yang dikelola oleh Pendeta Jemaat. Hindari penggunaan ruang diskusi untuk debat kusir atau gossip murahan dan rumor yang menjatuhkan atau menjelek-jelekan pribadi atau komunitas tertentu.

d. Berbagi Foto dan Video
Fasilitas ini sangat menyenangkan, karena gambar berbicara banyak ketimbang kata-kata. Ekspresi yang ada memberikan kepada kita kenangan pada waktu gambar/video itu diambil. Fasilitas ini dapat digunakan sebagai dokumentasi berlangsungnya kegiatan-kegiatan yang ada dengan tetap mengingat kaidah kesopanan, serta penghargaan yang cukup akan pribadi yang foto/videonya diambil. Foto/video yang bermakna akan menjadi kesaksian iman tersendiri bagi yang melihatnya.

4. Tips-tips keamanan di dunia maya[9]

1. Be Truthful
Saat ditanya usia oleh situs, anda harus jujur. Alasan mereka menanyakan usia ialah agar anda dinilai cocok untuk berdinamika dalam situs itu. Jika ada pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan oleh situs, anda harus menanyakannya pada orang tua/penatua/pendeta anda. Orangtua anda harus mengetahui bahwa anda bergabung dalam situs-situs apa saja.

2. Be Private
Bijaksanalah dalam mendeskripsikan diri anda. Hindari menuliskan alamat lengkap, update lokasi secara tidak bijak, jadwal anda, nama lengkap anda dan informasi penting yang seharusnya dijaga secara pribadi dan rahasia.

3. Do You Use Pictures?
Banyak predator, keong racun, buaya darat, di dunia maya. Jangan menggunakan foto di mana orang dapat mengetahui lokasi anda dengan melihat gambar itu.

4. Stay Private
Aturlah privasi dalam situs, supaya benar-benar orang yang anda kenal saja yang dapat melihat profil anda dan berkomunikasi dengan anda. Walaupun ada orang yang memiliki status mutual atau friends of friends, anda harus tetap waspada akan akun tipuan.

5. Don’t Meet in Person
Kita memang harus bersaksi kepada semua orang. Namun, mengundang orang yang belum kita kenal asal-usulnya untuk bertemus secara langsung, sebarapa meyakinkan pun orang itu tetap harus dilakukan dengan bijaksana. Kalaupun anda akan bertemu langsung, orangtua anda harus mengetahuinya.

6. Get Rid of Bad Comments
Segera hapus komentar-komentar atau postingan yang akan memperburuk diri anda. Dalam ranah publik di dunia maya, apa yang kita pandang baik belum tentu ditafsirkan baik bagi orang lain.


***

[1] http://wikipedia.org
[2] Rumusan pemahaman tentang pembangunan jemaat ini diambil dari Tata Gereja GKI.
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network_service
[4] http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_social_networking_websites
[5] Untuk mengetahui sejarah dan dinamika yang terjadi dalam Facebook dapat dilihati antara lain dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Facebook
[6] http://en.wikinews.org/wiki/Facebook_reaches_500_million_users
[7] Untuk mengetahui sejarah dan dinamika yang terjadi dalam Twitter dapat dilihati antara lain dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Twitter
[8] Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network_service, lihat juga http://www.news.com.au/heraldsun/story/0,21985,21775032-11869,00.html
[9] http://christianteens.about.com/od/advice/tp/internetsafety.htm
Comments