Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Menguasai Internet & Etika Berinternet

diposting pada tanggal 17 Okt 2014 09.48 oleh Admin Situs   [ diperbarui17 Okt 2014 09.53 ]

Sekilas tentang Internet dan gereja


Apa itu Internet? 

Internet adalah “Inter-connected Networks”. Sederhananya, jalinan jaringan-jaringan komputer. Jika dianalogikan, internet itu seperti sebuah “selang” yang menghubungkan dan mengalirkan arus data di antara komputer-komputer di seluruh dunia.

Mengapa gereja menggunakan internet? 

Gereja menggunakan internet sebagai alat yang mengantarai perpindahan data sebagai sarana komunikasi maupun sarana pertukaran informasi. Pada umumnya Internet digunakan untuk:
  • mengirim dan menerima surat elektronik/email 
  • publikasi informasi dan komunikasi dalam bentuk situs (website) 
  • menggali informasi untuk edukasi rohani 
  • menolong umat mendapatkan saluran internet (tergantung kapasitas koneksi) 
  • sarana untuk audio video konferensi (tergantung kapasitas koneksi) 
  • siaran langsung kebaktian (tergantung kapasitas koneksi) 

Bagaimana gereja dapat menggunakan internet secara maksimal? 

  • Jika digunakan sebagai sarana mendapatkan, mengelola dan menyebarkan informasi terkait dengan karya berdampak pelayanan gereja
  • Jika digunakan sebagai alat komunikasi efektif dan membangun baik internal maupun eksternal gereja 
  • Jika digunakan sebagai sarana edukasi yang positif terkait pembangunan jemaat 
  • Jika digunakan sebagai sarana rekreasi yang positif terkait pembangunan jemaat 
Apa artinya jika dikatakan gereja “menguasai internet”?
  • Internet tetap tinggal sebagai sarana (alat) dan tidak pernah boleh menjadi tujuan 
  • Mampu mengendalikan dampak buruk yang ditimbulkannya 
  • Mampu memanfaatkan dampak baik yang ada 


Etika Berinternet


Apa dampak buruk internet bagi gereja?

Beredarnya informasi yang tidak baik, tidak benar, tidak indah saat:

  • pengguna tidak sadar bahwa berita yang diterimanya adalah berita bohong atau (hoax) 
  • pengguna meneruskan berita bohong tanpa memeriksa ulang 
  • pengguna menebarkan pesan kebencian kepada orang lain 
  • masuk dalam debat yang tidak sehat (internal dan eksternal) dan menuai masalah lebih lanjut 
  • pengguna mengabaikan kaidah berkomunikasi dan aktualisasi diri yang sopan sesuai norma gereja 

Terjadi galat dalam komunikasi baik disadari maupun tidak disadari yang mengakibatkan distorsi pertukaran pesan saat:

  • Identitas pengguna di hack dan digunakan untuk tindakan kriminal oleh orang lain 
  • Terjebak dalam situs-situs penipuan berkedok penjualan online 
  • Pertukaran pesan diikuti dengan bug seperti virus, trojan dan spam 
  • Kebocoran rahasia jabatan pada publik internet 

Pengguna mendapatkan edukasi yang buruk saat:

  • Mendapatkan informasi mengenai ajaran gereja yang tidak sehat 
  • Terjebak dalam situs-situs pornografi 
  • Terpengaruh oleh situs-situs yang menebar kebencian 

Pengguna kecanduan rekreasi yang mendinginkan hubungan sosial yang nyata dan hidup, saat:

  • Tidak bisa lepas menengok telepon/tablet dengan saluran internet 
  • Menghabiskan sebagian besar waktu untuk bermain Games 
  • Menghabiskan sebagian besar waktu untuk berseluncur melihat hal-hal yang tidak perlu 

Menjadi berhala yang menghasilkan ketidakpedulian dan kebencian kepada sesama, saat:

  • Mengandalkan internet sebagai satu-satunya sumber mencari pengetahuan dan hikmat 
  • Lebih nyaman dan senang berkomunikasi melalui internet daripada bercakap-cakap secara langsung dengan bertemu muka
  • Menjadi alat penebar kebencian dengan menyerang pribadi-pribadi yang tidak disukai menggunakan identitas palsu 


Bagaimana menjadikan internet menjadi alat pelayanan yang handal?

Mencermati kebutuhan pelayanan gereja dengan cara:

  • Memiliki visi-misi dan tujuan pelayanan gereja yang jelas sesuai konteks gereja 
  • Memeriksa seberapa banyak umat yang menggunakan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi 
  • Menyortir apa-apa saja yang perlu dibagikan/didapat melalui internet 

Mengenali fungsi-fungsi fitur internet dengan cermat melalui:

  • pembelajaran secara mandiri bagaimana mengelola penggunaan internet di gereja 
  • melakukan studi banding dengan gereja yang menggunakan internet 
  • mempekerjakan secara penuh waktu tenaga ahli untuk mengelola dan mengawasi penggunaan internet 

Melakukan pelatihan teknis penggunaan internet dengan:

  • Memberdayakan tenaga ahli yang berasal dari kalangan gereja 
  • Membuat panduan lengkap bagi awam tentang bagaimana menggunakan internet, mengelola serta mengawasi penggunaannya 

Memperkenalkan prinsip etika berinternet secara sehat dengan cara:

  • Mengundang tenaga ahli yang berasal dari kalangan gereja/umum 
  • Menebar informasi-informasi penting terkait etika internet sehat 
  • Pelayan gereja menjadi teladan dalam berinternet secara sehat 

Melakukan pembinaan kedewasaan spiritual dan psikologis dengan cara:

  • Memperkenalkan etika Kristen secara umum untuk membentuk pribadi seperti Kristus (saran: Buku Verne H. Fletcher “Lihatlah Sang Manusia!” terbitan BPK Gunung Mulia 2001) 
  • Memperkenalkan teori analisa transaksional Thomas A. Haris (saran: bukunya berjudul “Saya oke, kamu oke” terbitan Cipta Loka Caraka, 1988) sebagai upaya melatih kecerdasan dan kedewasaan emosi dalam berkomunikasi 
  • Memperkenalkan teori komunikasi sederhana dan berdampak (saran: buku oleh John Maxwell “Everyone Communicate, Few Connect” , terjemahan bahasa Indonesia oleh YPI Immanuel, 2009 
  • Menyisipkan secara sengaja nasihat untuk menjadi bijaksana dalam menggunakan internet dalam kelas katekisasi, khotbah maupun acara yang khusus membahas etika Kristen menggunakan internet 

Tips-tips praktis terkait Internet sehat


Apa yang dibutuhkan untuk koneksi internet?

  • Kemampuan standar mengoperasikan dan mengatur settings dalam sistem operasi komputer 
  • Komputer dengan eksternal/internal modem 
  • Sambungan internet melalui kabel/wifi 
  • Sistem operasi asli dengan firewall 
  • Internet Security berbayar 
  • Biaya berlangganan 


Saat menggunakan situs jejaring sosial (facebook, twitter, path, instagram, linkedin, google+)

Apa yang baik

  • Memahami dan mentaati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik 2008, dapat diunduh di http://www.lipi.go.id/intra/informasi/1250035982.pdf
  • Menggunakan identitas asli dengan nama lengkap 
  • Cermat dalam mengatur privasi pertemanan dan keamanan 
  • Bijaksana dalam menuliskan status (berpikir tiga kali dahulu sebelum menulis: apakah yang akan kita tulis itu baik, benar dan indah?) 
  • Peka mengenali dampak yang ditimbulkan (beragam interpretasi) dari status yang dituliskan atau file/foto/video yang singgah 
  • Peka untuk mengenali privasi orang lain saat hendak mengaitkan/tagging 
  • Menjadi teladan sebagai pengikut Kristus yang otentik dan tulus dalam aktualisasi diri yang bertanggung jawab 

Apa yang buruk

  • Melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik 2008. 
  • Menggunakan nama samaran dan nama yang tidak jelas, karena memiliki kepribadian yang mengarah kepada bipolar 
  • Tidak cermat dalam mengatur privasi pertemanan dan keamanan 
  • Menuliskan status tanpa berpikir terlebih dahulu, atau menulis status saat pikiran sedang kacau dan tertekan 
  • Tidak peka akan beragamnya interpretasi yang dapat muncul saat mengunggah file/foto/video 
  • Mempermalukan orang lain dengan melanggar privasi saat melakukan tagging 
  • Menjadi batu sandungan bagi orang lain karena aktualisasi diri yang tidak bertanggungjawab 


Saat mencari data

Menggunakan mesin pencarian

  • Google (http://google.co.id) sangat membantu dalam mencari rupa-rupa data informasi baik tulisan, gambar atau video. Ada pengaturan/settings yang dapat ditempuh terkait waktu, lokasi, jenis dll. Yang perlu diingat ialah bahwa tidak semua tampilan hasil pencarian benar-benar mengarahkan kita kepada informasi yang kita harapkan. Hati-hati dalam mengklik tautan situs yang ditampilkan sebab bisa jadi situs itu mengarahkan kita kepada situs-situs sampah 
  • Persempit pencarian dengan memikirkan matang-matang kata kunci pencarian. Kita dapat menggunakan bahasa Indonesia, maupun kata kunci bahasa asing 
  • Jangan lupa untuk mencantumkan sumber dari setiap data yang kita ambil sebagai wujud pertanggungjawaban hak cipta 

Menyimpan tulisan, gambar, audio/video

  • Setiap tulisan, gambar, audio/video, selagi bisa diakses dengan utuh, biasanya bisa disimpan/diunduh ke dalam storage memory komputer. Cara paling mudah ialah dengan menggunakan klik kanan dan Save as pada gambar. Untuk tulisan, kita dapat menggunakan klik kanan, copy lalu di paste ke program untuk menulis seperti Word, Oppen Office dll. Untuk audio/video/flash video files, dapat menggunakan fitur add-on browser seperti download flash video dll. Caranya, pada browser (internet exlporer, firefox, chrome, klik pada tools lalu add-on. Pilih add-on nya lalu install. 
  • Jangan lupa untuk mencantumkan sumber dari setiap data yang kita ambil sebagai wujud pertanggungjawaban hak cipta


Menebar informasi dan edukasi yang bermanfaat

Melalui Email:

  • Usahakan memiliki alamat email yang mudah dituliskan dan mewakili identitas kita 
  • Jangan berganti-ganti alamat email 
  • Jangan meneruskan email secara serampangan 

Miling-list:

  • Miling-list (milis) adalah fasilitas grup email yang dapat menyebarkan email secara masif di antara anggota milis. Penyedia milis yang terkenal antara lain yahoogroups.com (https://groups.yahoo.com/
  • Cermatlah dalam mengatur fitur privasi pesan, sebab jika pengaturannya tidak cermat, setiap email di dalam grup dapat diakses oleh publik di internet 
  • Setiap milis biasanya memiliki administrator dan aturan-aturan tersendiri. Patuhilah kaidah yang ditetapkan bersama itu 

Blog:

  • Blog adalah sarana publikasi jurnal pribadi yang dapat diakses secara publik atau diatur untuk dinikmati sendiri. Penyedia layanan blog gratis yang cukup dikenal antara lain: http://blogger.com dan http://wordpress.com
  • Jika penulisan blog dimaksudkan untuk ditujukan kepada publik di internet, isi blog sedapat mungkin adalah hal-hal yang bermanfaat dan membangun bagi peradaban dan kemanusiaan, khususnya yang terkait dengan panggilan pelayanan hidup kita 
  • Setiap hal yang terpublikasi di internet seperti tato. Walaupun sudah dihapus, jika ada yang menyimpan tulisan/postingan kita, maka tulisan/postingan kita itu menjadi abadi di internet 
  • Penghapusan manual setiap tulisan membutuhkan waktu untuk benar-benar terhapus dari internet, oleh sebab itu, bijak-bijaklah mempublikasikan apapun dalam blog kita. Hal ini juga berlaku untuk situs jejaring sosial, email dan milis.

Situs komunitas jemaat:

  • Jika sebuah gereja, setelah memperhatikan visi-misi, tujuan pelayanan dan konteksnya melihat bahwa situs komunitas Jemaat dapat menjadi sarana yang tepat untuk mendukung pelayanan dan pembangunan Jemaatnya, maka pembuatan situs komunitas Jemaat dapat dimungkinkan 
  • Situs ini harus berada di dalam pengawasan Majelis Jemaat. Harus ada tim yang solid dan bertanggungjawab serta memiliki komitmen dan dedikasi mulai dari perancangan isi dan tampilan, pembuatan, pemutakhiran, pengelolaan dan pengawasan 
  • Karena situs komunitas Jemaat juga dapat diakses secara publik melalui internet, maka sedapat mungkin isinya memperhatikan kaidah-kaidah umum yang berlaku dalam sebuah masyarakat serta aturan perundang-undangan yang berlaku sambil tetap mengingat bahwa situs itu juga akan merepresentasikan pola pikir dan sikap gereja yang dapat disimak oleh publik 


Menggunakan alat pengaman:

Menyiapkan password yang baik

  • Susun kata sandi dengan menggunakan perpaduan angka, huruf, tanda baca khusus dan besar huruf. Contoh: #$BR0kOL1#$ hindari menggunakan nama anggota keluarga atau orang terdekat seperti budi123 atau "password" atau tanggal lahir 
  • Jangan pernah mengizinkan browser untuk menyimpan kata sandi kita 
  • Jangan lupa untuk signout atau logout setelah selesai menggunakan email. Untuk ekstra tambahan keamanan, bersihkan riwayat browser dan cookies 
  • Jangan memasukkan kata sandi ke dalam aplikasi/situs-situs yang tidak jelas untuk menghindari hacking dan spamming 
  • Jika memungkinkan gunakan verifikasi 2 langkah dengan tambahan aplikasi authenticiator. (Gmail menyediakan ini secara gratis) 

Program Internet security

Waspada saat menggunakan warnet/internet gratis

  • Ditemukan beberapa kasus ada pengusaha warnet yang jahil menempatkan peranti khusus untuk menyimpan kata sandi para penggunanya. Kita perlu ekstra waspada saat membuka email atau melakukan pembayaran Online di warnet 
  • Ditemukan beberapa kasus ada orang-orang usil yang memanipulasi nama wifi gratis untuk melakukan hacking pada pengguna wifi gratis yang tidak menyadari bahwa ia sedang terhubung kepada komputer orang usil itu. Kita perlu ekstra waspada saat membuka email atau melakukan pembayaran Online pada fasilitas Free wifi. 

Saat mengalami hacking dan spamming

  • Memanfaatkan fitur pemulihan akun pada email atau situs jejaring sosial 
  • Memberikan informasi yang jelas kepada orang-orang terdekat tentang keadaan ini 
  • Mengganti password secara berkala 


Puasa Internet (Unpluged)

Saat berada dalam komunitas yang membutuhkan keterlibatan pribadi yang utuh seperti dalam:

  • Kebaktian 
  • Pertemuan pastoral/pelayanan pastoral lainnya 
  • Kegiatan-kegiatan antar pribadi lainnya 

Sebagai latihan pembentukan karakter pribadi

Saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti:

  • Mengendarai kendaraan 
  • Terlibat dalam rapat 

Disampaikan dalam Belajar Bersama 1, Kader GKI, di Magelang, 13 Oktober 2014
(disusun oleh: Pdt. Essy Eisen)
Comments