Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Misteri Allah Tritunggal

diposting pada tanggal 7 Jul 2011 13.18 oleh Essy Eisen
Matius 28: 16-20

Kalau Saudara menjelajahi seluruh isi Injil dan mencari di mana Yesus berbicara tentang Tritunggal, maka hanya di Mat 28: 19 dapat ditemukan rujukan pendek tentang Tritunggal: “Baptislah mereka dalan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Pun, kalau dibandingkan dengan ayat-ayat paralel di Mrk 16, rujukan pada Tritunggal itu tidak ditemukan.

Kalau kita mencari di internet, barangkali bisa ditemukan lebih banyak argumen melawan kepercayaan gereja akan Tritunggal daripada argumen yang mendukungnya. Bahkan, sejak awal ada banyak sekte Kristen yang menentang iman Trinitarian (yaitu kata sifat dari Tritunggal). Setelah reformasi gereja di Abad XVI, tumbuh pula Gereja Unitarian, yaitu gereja yang menolak ajaran Tritunggal. Mengapa kalau begitu kita percaya pada Allah Tritunggal?

Jawabannya ada pada iman gereja yang bersama Rasul Tomas mengaku bahwa Yesus Kristus adalah “Tuhan dan Allah” (Yoh 20-28). Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah mengubah sudut pandang iman Kristen tentang segalanya, bahkan tentang Allah itu sendiri. Akhirnya gereja merumuskan ajarannya tentang Allah yang esa dalam tiga persona: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Berkenaan dengan ajaran Trinitarian, gereja menggunakan istilah-istilah yang memusingkan kepala: perichoresis, theosis, hypostasis, filioque, nisbah, persona, hakikat, substansi. Bagaimanakah kita memahaminya?

Tiap hari saya menggunakan internet. Tidak ada hari yang lewat tanpa koneksi internet. Saya bisa mengirimkan renungan ini ke GKI Halimun juga karena kemudahan komunikasi lewat internet. Namun kalau ditanyakan kepada saya bagaimana cara kerja internet dan teknologi yang mendukung internet secara mendetail, maka saya akan angkat tangan. Barangkali hanya ada sedikit pengguna internet yang tahu persis cara kerja internet, dan amat sangat sedikit orang yang bisa mengerti secara mendetail semua teknologi yang diperlukan untuk menggunakan internet. Namun toh, kebanyakan dari kita merasakan manfaatnya dan menggunakannya setiap hari.

Ajaran tentang Allah Tritunggal barangkali memang sulit dipahami dan sulit dijelaskan. Namun, ajaran ini sangat bermanfaat dan menghibur kita sekalian. Allah senantiasa berada dalam persekutuan kekal yang penuh kasih antara Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ketika kita beriman pada Kristus kita dihisabkan dalam persekutuan penuh kasih yang kekal ini.

Sewaktu kuliah di STT Jakarta, salah seorang dosen saya mengatakan kita bisa terus bersekolah sampai selesai S3 teologi tanpa pernah berhasil mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang doktrin Tritunggal. Sesungguhnya, ketika kita berhasil merumuskan Allah yang tak terselami dengan akal-budi manusiawi yang terbatas, maka Allah berhenti menjadi Allah. Allah hanya akan jadi sebuah logika atau rumus ciptaan manusia lainnya. Maka biarlah ajaran Tritunggal menjadi misteri iman Kristen. Misteri bukanlah teka-teki. Teka-teki harus dipecahkan. Misteri sebaliknya mengundang ketertarikan dan kekaguman. Demikianlah Tritunggal yang Esa, bukan untuk dipecahkan, melainkan untuk dikagumi dan dihayati. Bersama dengan gereja segala abad dan tempat kita memuji Dia seturut dengan KJ 242:

Muliakan Allah Bapa,
muliakan PutraNya,
muliakan Roh Penghibur,
Ketiganya Yang Esa!
Haleluya, puji Dia
kini dan selamanya!

(Agustian N. Sutrisno)
Comments