Kegiatan‎ > ‎Artikel Bina Iman‎ > ‎

Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?

diposting pada tanggal 19 Jan 2011 08.14 oleh Essy Eisen   [ diperbarui19 Jan 2011 09.10 ]
Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? 
Maz 27:1 

Siapa yang tidak pernah merasa takut? Rasanya semua orang yang punya logika dan bisa memperhitungkan risiko akan merasa takut. Hanya mereka yang tidak bisa berpikir tidak pernah merasa takut. Maka pertanyaan Daud di awal Mazmur 27 menjadi pertanyaan dan sekaligus jawaban yang menarik. 

Daud katakan Tuhan adalah terang dan keselamatannya. Terang dalam pemahaman orang Israel pada masa itu melambangkan kehidupan dan keselamatan. Kata ini digandengkan langsung dengan keselamatan, sehingga memperkuat gambaran bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan bagi Daud. 

Pertanyaannya adalah apa yang dimaksud dengan keselamatan di sini? Apakah itu berarti Daud percaya bahwa Tuhan telah menebus dosanya dan menganugerahkan hidup yang kekal? Bagi kita umat Kristen, tentu kita meyakini keselamatan yang dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus. Namun Daud lahir jauh sebelum Yesus dan dia menulis sebelum datangnya sang Juruselamat. Keselamatan seperti yang kita yakini sekarang bukanlah pokok ajaran dalam Agama Yahudi masa itu. Keselamatan yang dimaksudkan Daud adalah keselamatan yang bersifat fisik. Ini menjadi jelas kalau kita lanjutkan bacaan ini sampai akhir bait puisi ini di ayat ketiga. 

Daud menggambarkan keselamatan itu datang di tengah penjahat-penjahat yang menyerangnya dan bahkan ketika tentara berkemah mengepung dia. Agaknya keyakinan iman ini datang karena pengalaman hidup yang nyata bersama Tuhan. Kalau kita baca I Tawarikh, kita temukan bahwa Daud memang betul-betul diselamatkan Allah dari berbagai marabahaya dalam berbagai peperangan yang dipimpinnya. Tepatlah kalau Daud menyebut Allah sebagai benteng hidupnya, karena memang demikian caranya memandang dan mengalami keselamatan dari Allah. 

Kalau begitu, apa maksud dari ayat ini bagi kita yang hidup di abad XXI? Kita tidak mengalami perang seperti Daud dan semoga tidak pernah perlu mengalami perang. Dapatkah kita juga berseru seperti Daud, “Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” Saya tidak menyarankan kita “mencobai” Allah dengan sengaja pergi ke tengah kumpulan preman atau membuktikan kebenaran ayat ini dengan pergi ke medan perang. Sesungguhnya ayat ini bisa kita alami sepanjang kehidupan kita sehari-hari, yaitu ketika kita menyerahkan rasa takut dan gentar kita hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Ketika kita mau mengutamakan Allah, mengikuti kehendakNya dan mencari perlindunganNya, kita boleh yakin bahwa Allah Daud yang menyelamatkannya sepanjang peperangan juga akan menyelamatkan kita sepanjang jalan kehidupan kita. Allah sajalah sumber keamanan dan keselamatan yang sejati. 

Lalu bagaimakah jika ternyata kita tetap berhadapan dengan masalah yang mengancam keselamatan fisik kita? Jawabannya bisa ditemukan di Mazmur 27 juga. Akan tetapi itu bahan renungan lain dengan topik yang berbeda. Cukuplah saat ini kita belajar dari iman Daud, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?”

Agustian N. Sutrisno
Comments