Yesus dan Murid-Murid Pertama

diposkan pada tanggal 19 Jan 2011 08.20 oleh Essy Eisen   [ diperbarui19 Jan 2011 09.09 ]
Yohanes 1: 29-42 

Minggu Epifania II, 16 Januari 2011 

Yesus dan Murid-Murid Pertama 

Kalau kita bandingkan dengan Injil-Injil lainnya, Injil Yohanes melukiskan pemanggilan para murid pertama Yesus dengan cara yang unik. Dalam Injil Matius dan Markus, Yesus dikisahkan memanggil murid-muridnya untuk menjadi penjala manusia. Yesus-lah yang aktif memanggil para murid dari kesibukan mereka sebagai penjala ikan untuk mengikuti Dia. Yesus-lah yang mengatakan, “Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4: 19; Mrk 1:16-20). Para murid digambarkan secara mengikuti ajakan itu tanpa pergumulan yang berarti. Mereka langsung saja meninggalkan jala dan ikan yang ada di hadapan mereka untuk kemudian mengikut Yesus. 

Injil Yohanes, sebaliknya menggambarkan bahwa murid-murid pertama Yesus juga adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Setelah peristiwa Baptisan Yesus, Yohanes-lah yang memberi “rekomendasi”, “Lihatlah Anak domba Allah!” Kata-kata Yohanes itu didengar oleh dua orang muridnya yang kemudian mulai mengikuti Yesus. Berbeda dari dua Injil yang pertama, dalam Injil Yohanes, kita lihat para murid proaktif mengikuti Yesus atas anjuran Yohanes Pembaptis dan dengan aktif bertanya kepada-Nya, “Rabi, di manakah Engkau tinggal?” Dijelaskan pula, pada hari itu mereka tinggal bersama dengan Yesus. Setelah tinggal dengan Yesus, mungkin mereka bercakap-cakap untuk saling mengenal, sehingga pada akhirnya Andreas sampai kepada kesimpulan bahwa, “Kami telah menemukan Mesias.” Dan kabar baik ini diteruskannya kepada Simon Petrus. 

Agaknya, Injil Yohanes melengkapi kedua Injil yang lebih tua. Dalam peristiwa panggilan itu, Yesus dan murid-murid mungkin sama-sama aktif dan terlibat dalam percakapan yang lebih panjang. Dalam Matius dan Markus, percakapan itu diringkas dengan panggilan Yesus kepada murid-murid untuk mengikuti Dia. Dalam Yohanes, gambaran itu dilengkapi, bahwa para murid juga bertanya dan sampai pada kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias. Bahkan, para murid juga aktif memanggil murid-murid yang lain. 

Kita sebagai murid Yesus, juga dipanggil untuk mengikuti Dia, sama seperti panggilanNya dalam Injil Matius dan Markus. Mungkin panggilan itu kita tanggapi langsung tanpa banyak pergumulan atau tanya-jawab. Mungkin juga kita memang lahir di keluarga Kristen sehingga tidak banyak bertanya-tanya tentang siapa Mesias itu. Namun, mungkin juga ada di antara kita yang dulu bertanya-tanya dan perlu meluangkan waktu sebelum sampai pada kesimpulan bahwa sungguh Yesus adalah sang Mesias. Tidak ada metode yang paling tepat dalam hal cara kita merespon panggilan Yesus. Ada yang langsung, ada juga yang perlu bergumul. Ada yang aktif mencari, ada juga yang menunggu dengan tenang. Yang penting, kita semua akhirnya telah sampai pada kesimpulan Andreas, “Kami telah menemukan Mesias.” Pertanyaan yang barangkali lebih penting daripada bagaimana dan kapan kita menerima panggilan Yesus adalah: Bagaimana kehidupan kita setelah menemukan sang Mesias? 

Injil Yohanes mencatat bahwa Andreas tidak menyimpan kabar baik tentang Mesias bagi dirinya sendiri. Dia membagikannya kepada Simon Petrus. Kalau kita lanjutkan pembacaan sampai ayat 51, kita temukan bahwa Yesus memanggil Filipus dan Filipus meneruskan panggilan itu kepada Natanael. Demikan seterusnya sampai panggilan itu sampai kepada kita masing-masing. Seperti Andreas meneruskan kabar baik kepada Simon Petrus, dan Filipus kepada Natanael, sepantasnyalah, kabar baik itu kita teruskan kepada orang-orang lain pula.

Agustian N. Sutrisno
Comments