Kegiatan‎ > ‎

Spiritualitas Kristiani

Kita patut senantiasa bersyukur atas kasih dan karunia Sang Khalik yang nampak jelas dalam kehidupan, kematian, kebangkitan Yesus Kristus. Sampai saat ini, Roh-Nya yang Kudus terus berkarya membarui dunia ini. 

Dalam kasih-Nya, spiritualitas yang selayaknya kita bangun mengikuti jalan kasih, sebagaimana Yesus sudah mengajarkan untuk mengasihi Allah, mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri.

(Matius 22:34-40,  Markus 12:28-31, Lukas 10:25-28; Ulangan 6:5; Imamat 19:18)

Kasih Kristiani kepada Allah meliputi:

  1. Menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti jalan Yesus serta menerima, menghargai dan bekerjasama dengan sesama yang berbeda jalan iman untuk menghargai nilai-nilai kemanusiaan sebagai wujud kasih kepada Allah; (Matius 16:24, Markus 8:34, Lukas 9:23, 1 Yohanes 4:20)

  2. Menyimak Firman Allah melalui saat teduh yang rutin, pemahaman dan pendalaman Alkitab dan mengalami aktivitas pembaruan yang Allah kerjakan di dalam dunia dengan menjadi rekan sekerja-Nya;

  3. Menghormati dan merayakan kuasa Allah. yang Roh dan Kemuliaan-Nya tercerminkan dalam segenap ciptaan-Nya, termasuk Bumi dan segenap ekosistem di dalamnya;

  4. Mengekspresikan kasih melalui kebaktian dalam liturgi yang jujur, khidmat, jelas, menginspirasi dan merefleksikan kebenaran Allah sebagaimana yang diungkapkan dalam Alkitab;

Kasih Kristiani kepada sesama manusia meliputi:

  1. Memandang dan memahami orang lain secara otentik seperti yang telah dilakukan Yesus, dengan memperlakukan orang lain sebagai yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, tanpa perlakuan diskriminatif berdasarkan ras, jenis kelamin, usia, kemampuan fisik dan mental, kebangsaan dan status ekonomi;

  2. Berpihak, sebagaimana yang sudah Yesus lakukan, dengan yang tersisih dan tertekan, terbuang dan sakit, memperjuangkan kedamaian dan keadilan dengan segenap upaya dan daya;

  3. Memperjuangkan kebebasan beragama dan mengupayakan suara-suara kenabian kepada pemerintah terkait dengan keadaan sosial yang membutuhkan perhatian bersama segenap komponen masyarakat;

  4. Berjalan dengan rendah hati bersama Allah, menyadari kelemahan diri sendiri sambil dengan tetap jujur memuji dan mencari kebaikan dalam diri orang lain termasuk terhadap mereka yang menganggap kita sebagai musuh mereka;

Kasih Kristiani kepada diri sendiri meliputi:

  1. Mendasarkan kehidupan kita dalam iman bahwa di dalam Kristus, segala sesuatu dijadikan baru dan kita termasuk semua orang amat sangat dikasihi dengan kasih yang lebih besar dari yang dapat kita bayangkan untuk selama-lamanya;

  2. Menyadari bahwa sebenarnya pikiran dan hati kita pada dasarnya adalah ciptaan Allah yang kudus, oleh sebab itu baik iman maupun ilmu pengetahuan juga iman dan keragu-raguan merupakan  proses yang patut dihargai dalam mencari, menemukan dan mempermuni kebenaran yang membawa kepada kehidupan karena-Nya;

  3. Peduli akan kebugaran tubuh dengan menyediakan waktu yang cukup untuk menikmati kuasa dan sukacita yang didapat melalui doa, refleksi, ibadah dan rekreasi yang akan memperlengkapi karya kinerja sehari-hari sebagai wujud pertanggungjawaban talenta yang dipercayakan-Nya;

  4. Menghidupi iman dengan tindakan karena sadar bahwa hidup kita ini bermakna dan memiliki tujuan. Tindakan iman itu dihayati sebagai panggilan dan pelayanan yang memperkuat dan mempernyata bukti kasih Allah kepada dan melalui kita.


(terinspirasi dari Phoenix Affirmation versi 3.8 dengan revisi seperlunya)