Kegiatan‎ > ‎

Visi Misi GKI Halimun



Amsal 29:18a “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat” (TB-LAI) 
Proverbs 29:18a "Where there is no vision, the people perish" (KJV) 


VISI adalah impian atau pandangan jauh ke depan. VISI sebuah jemaat merupakan sebuah gambaran tentang situasi dan keberadaan jemaat tersebut pada masa depan. VISI inilah yang menjadi arah segala aktivitas jemaat. VISI juga memberikan semangat dan menarik seluruh anggota jemaat untuk berpartisipasi dalam mewujudkannya.



MISI adalah tindakan-tindakan yang dilakukan dalam rangka mencapai sebuah VISI.



VISI

Jemaat Tuhan yang Hangat, Dinamis dan Berpengaruh



MISI

  1. Memenuhi kebutuhan pertumbuhan rohani jemaat
  2. Meningkatkan hubungan yang hangat dalam jemaat 
  3. Mengoptimalkan potensi pelayanan jemaat 
  4. Membangun kekuatan jemaat berbasis kelompok kecil 
  5. Memberikan pengaruh positif dalam komunitas

PENJELASAN VISI DAN MISI

VISI

1) Jemaat Tuhan
  • Jemaat (dalam bahasa Yunani: ekklēsia) adalah perkumpulan orang-orang yang dipanggil dan diutus Tuhan untuk mengerjakan Misi-Nya di dunia;
  • Anak kalimat “Jemaat Tuhan” dipakai untuk menekankan bahwa Tuhan-lah pemilik dan kepala jemaat yang memimpin segenap kehidupan jemaat; 
  • “Kristus adalah kepala jemaat” (Efesus 4:15; 5:23). 

2) Hangat
  • Didasari pertimbangan historis bahwa GKI HALIMUN terdiri dari anggota jemaat yang secara umum memiliki hubungan kekerabatan satu dengan yang lain;
  • Hubungan kekerabatan tersebut telah menciptakan kehangatan dalam kehidupan berjemaat; 
  • Seiring perjalanan waktu sebagian anggota jemaat berpindah domisili/keanggotaan, demikian pula anggota-anggota jemaat baru datang untuk bergabung; 
  • Kemajuan jaman membuat manusia semakin sibuk sehingga interaksi dengan sesama semakin berkurang; 
  • Menyadari hal-hal di atas, GKI HALIMUN tidak ingin kehilangan kehangatan yang dimilikinya dan ingin mempertahankan bahkan meningkatkan kualitasnya; 
  • Hubungan yang hangat memelihara anggota jemaat sekaligus menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk turut bergabung; 
  • “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni” (Efesus 4:32).

3) Dinamis
  • Tidak diam/statis;
  • Aktif melakukan gerakan perubahan dan pembaruan serta menyesuaikan diri terhadap perkembangan jaman; 
  • Dunamis (bahasa Yunani): "potensi", "potensial", "kapasitas", "kemampuan", "kuasa", "kapabilitas", "kekuatan", "kemungkinan", "daya".

4) Berpengaruh
  • Kehadiran gereja dirasakan manfaatnya dan membawa perubahan / transformasi menuju keadaan yang lebih baik;
  • Gereja adalah garam dunia (Matius 5:13) dan terang dunia (Matius 5:14).

MISI


1) Memenuhi kebutuhan pertumbuhan rohani jemaat
  • Bagaimanapun juga, kedatangan Kristus adalah untuk memberikan kehidupan;
  • “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10b).

2) Meningkatkan hubungan yang hangat dalam jemaat
  • Kehidupan akan cenderung semakin individualis pada masa mendatang dan interaksi antara manusia dengan mesin / teknologi akan semakin intens, dan sebaliknya hubungan antar-manusia akan semakin berkurang;
  • Gereja harus menempatkan dirinya sebagai pemelihara hubungan yang hangat antar-manusia sebagai pribadi; 
  • Tidak sekedar memelihara, Gereja bahkan harus melakukan upaya-upaya meningkatkan kualitas hubungan yang hangat dalam jemaat.

3) Mengoptimalkan potensi pelayanan jemaat
  • Pelayanan sebaiknya berjalan melalui partisipasi anggota jemaat yang secara aktif mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan;
  • Pelayanan partisipatif yang dikerjakan oleh anggota jemaat berangkat dari talenta yang dikaruniakan Allah menunjukkan kemandirian dan kedewasaan kehidupan berjemaat untuk kemuliaan Allah.

4) Membangun kekuatan jemaat berbasis kelompok kecil
  • Kelompok kecil memungkinkan jemaat berkomunitas dengan akrab, mendapat pertolongan sehari-hari, demikian juga dukungan pertumbuhan rohani yang intensif;
  • Sistem kelompok kecil memberikan kesempatan lahirnya kader-kader pelayan.

5) Memberikan pengaruh positif dalam komunitas
  • Anak kalimat “dalam komunitas” dipakai untuk menekankan kehidupan gereja yang inklusif yang berarti gereja adalah bagian dari komunitas / masyarakat.