Bertumbuh dan berproses karena kasih-Nya

Post date: Jun 6, 2018 3:56:47 PM

Kerajaan Allah adalah sebuah istilah yang sering digunakan Yesus dalam karya pekabaran Injil-Nya. Sederhananya, Kerajaan Allah itu dapat diartikan sebagai sebuah suasana hidup yang dipimpin dan dipelihara oleh Allah. Di dalamnya kuasa kasih Allah sungguh nyata terasa dan mengubahkan kehidupan orang yang percaya menjadi semakin lebih baik dan lebih berguna kian harinya. Perubahan hidup itu dimulai dari hal-hal yang paling kecil dalam lingkup yang kecil. Tetapi apabila seseorang mau terus dipelihara oleh hikmat Allah maka perubahan hidup yang dimulai dari lingkup kecil itu akan memberi dampak yang lebih besar dalam cakupan yang semakin luas. Tentu dalam proses bentukan Allah itu kita akan tiba pada kesadaran bahwa ternyata ada hal-hal dalam diri yang harus dibuang. Sebaliknya, ada juga hal-hal yang harus dipelajari dan ditambahkan dengan tekun dan tulus. Tidak ada kata terlambat untuk mengalami perubahan dalam hidup dalam bentukan Allah itu. Mereka yang dengan sukacita berkenan dibentuk Allah akan mengalami damai sejahtera yang dapat dilihat dengan mata iman di sepanjang usia hidup dan dalam berbagai peristiwa yang ada. Usia menjadi usia yang indah, sebab berada dalam bimbingan kasih Allah.

Memang akan ada saatnya proses itu berhenti, manakala Allah menyatakan tugas seseorang selesai di dunia ini. Tetapi dampak karya-karya kehidupan yang telah dimulai, dikerjakan dan ditinggalkan oleh orang-orang yang mau berproses bersama kasih Allah, akan terus berlanjut pada generasi berikutnya.

Jadi sungguh benar apa yang dikatakan Rasul Paulus: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor. 5:17). Lalu, apakah kita mau bertumbuh dan berproses karena dan di dalam kuasa kasih-Nya?

  1. Dalam bentuk dan cara yang seperti apakah Anda mengalami pimpinan dan tuntunan Allah dalam hidup sehari-hari?
  2. Perubahan apa yang telah terjadi dalam hidup Anda baik dari segi spiritualitas (kerohanian), jasmani (fisik) dan psikologis (keadaan hati, mental, batin), sejak Anda mengikut Kristus sampai sekarang ini?
  3. Apakah perubahan dalam hidup Anda itu mempengaruhi keadaan lingkungan di mana Anda berkarya setiap hari? (Keluarga, Gereja, Masyarakat)
  4. Hal-hal apakah yang telah Anda rencanakan supaya generasi berikut mengalami dampak baik dari karya-karya hidup Anda yang telah dipimpin Allah?
  5. Kendala apa yang Anda alami saat menempuh proses pertumbuhan spiritualitas saat ini? Apa yang telah Anda lakukan untuk menyiasati hal itu, supaya prosesnya berjalan dengan baik?

Minggu 17 Juni 2018

EE