Hidup yang mau dibersihkan Yesus

Post date: Mar 1, 2018 10:57:58 AM

Allah memindahkan kita dari penjajahan dosa pementingan diri dan mendidik kita untuk menghidupi kasih kepada Allah dan kepada sesama. Melalui Kristus, Allah memberi diri-Nya demi kebaikan dan keselamatan kita. Ini acap kali bertentangan dengan kemauan kita. Sebab kita acap kali mau melulu mendapatkan. Bahkan kalau sudah dapat mengambil. Kristus bersikap tegas dengan mengajar orang percaya untuk menempatkan apa yang semestinya ditempatkan sesuai dengan perannya. “Rumah Bapa-Ku jangan dijadikan rumah jualan.” kata-Nya. Kristus ingin hidup kita tidak melulu diwarnai sebagian besar dengan hubungan transaksional yang acap kali menghilangkan kasih tulus yang relasional. Kristus tidak ingin kita tidak adil. Sudah seharusnya kita membersihkan “rumah” kita menjadi tempat di mana kasih diberikan, diterima dan mengubahkan hidup.

  1. Apa yang didapati Kristus di Bait Suci yang menurut-Nya tidak tepat berada di situ?
  2. Apa yang kita dapati dalam hidup pribadi dan keluarga kita yang semestinya tidak tepat untuk terjadi?
  3. Yesus marah karena para pedagang menghalangi orang-orang yang ingin datang berbakti kepada Allah dan menikmati kemurahan anugerah-Nya. Kapan terakhir kali Anda marah karena orang lain mengalami hambatan untuk mengalami kasih yang semestinya dapat ia/mereka terima?
  4. Sebagai Bait Allah, Kristus memberikan diri seutuhnya demi kebaikan banyak orang. Apa saja yang sudah Anda berikan sehingga orang lain dapat mengalami apa yang baik dalam hidup?

Minggu 4 Maret 2018

EE