Hikmat dari Yesus

Yohanes 6:51-58

Tuhan Yesus memberikan daging dan darah-Nya sebagai bentuk pengorbanan karena kasih Allah yang besar bagi dunia ini. Tawaran untuk memakan daging dan minum darah Yesus pada Injil hari ini tentu bukan secara harfiah. Tetapi hendak menunjukkan bahwa Yesus sudah memberikan segenap hidup-Nya, pengajaran-Nya, kuasa-Nya, kasih-Nya, keteladanan-Nya, sehingga kita yang percaya kepada-Nya boleh menerima-Nya menjadi bagian bagi hidup kita juga.

Jika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka kita beroleh hikmat, kuasa dan kasih-Nya, yang akan menjernihkan pikiran dan memurnikan hati kita sehingga kita tidak lagi terjebak dalam kebodohan dosa yang membinasakan. Hidup kekal, bukan berarti hidup yang tidak pernah mati, tetapi hidup yang sudah diperbarui oleh hikmat pengajaran dari Yesus.

Saat hikmat Kristus ada di dalam kita dan kita di dalam Dia, maka kita dilatih-Nya untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Pribadi yang sesuai antara perkataan dan tindakan. Pribadi yang bukan hanya memikirkan kepentingan kita semata, tetapi juga kepentingan dan kebaikan bagi orang lain. Pribadi yang taat pada kasih, kebenaran dan keadilan walaupun tidak ada yang melihat. Pribadi yang menjadikan lingkungan sekitar beroleh budaya yang mendatangkan “kehidupan” ketimbang “kematian”.

  1. Apa yang ada di benak Anda saat memakan roti dan minum dari cawan pada Perjamuan Kudus?
  2. Apa artinya jika dikatakan bahwa kita makan daging dan minum darah Yesus?
  3. Apa yang menjadi bukti nyata saat Kristus hidup di dalam kehidupan Anda dan Anda hidup di dalam Kristus?
  4. Hikmat apa yang Tuhan Yesus Kristus berikan bagi hidup Anda sejauh ini? Apa yang membedakan hikmat-Nya dengan hikmat yang dihadirkan dunia?
  5. Sikap-sikap apa yang akan memunculkan budaya yang mendatangkan “kehidupan” dan bukan “kematian” pada zaman sekarang ini? Dalam hal apa hikmat Kristus berperan di dalamnya?

Minggu 19 Agustus 2018

EE