Keberagaman adalah kekuatan

Post date: Jul 27, 2018 1:20:44 PM

Tim nasional Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 setelah menumbangkan Kroasia dengan skor 4-2. Bagi gelandang Prancis, Blaise Matuidi, kekuatan Tim Ayam Jantan terletak pada keberagaman para pemain. Timnas Prancis memang menjadi tim dengan jumlah pemain impor yang paling banyak di Piala Dunia 2018. Berdasarkan data OECD, tim arahan Deschamps itu menggunakan 78 persen pemain yang memiliki keturunan dari negara lain. Kebanyakan pemain Prancis memiliki keturunan dari negara-negara Benua Afrika. Matuidi yang memiliki darah Angola berpasangan dengan Paul Pogba yang keturunan Guinea. Sementara di lini belakang, Samuel Umtiti yang berasal dari Kamerun menjaga pertahanan Les Bleus. Keharmonisan para pemain ditengah keragaman latar belakang budaya membuat Prancis memiliki kekuatan luar biasa di dalam dan di luar lapangan hijau. Yohanes 6: 1-14 menunjukkan ribuan orang yang mengikuti Yesus amat beragam (baik beragam sukunya, daerahnya, latar belakang pekerjaannya, jenis kelaminnya, usianya, kondisi dirinya, kesehatannya, karakternya, dll); tapi Tuhan memperlakukan mereka dengan sama baiknya. Yesus juga menginginkan para murid-Nya itu untuk memiliki sikap yang sama terhadap orang banyak yang begitu beragam itu. Yesus meminta murid-Nya untuk ikut memperhatikan kebutuhan orang banyak yang mengikuti Dia. Yesus pun melakukan mujizat-Nya, ketika keberagaman orang banyak dan para murid itu disambut dan diterima Yesus secara positif, Ia jadi punya banyak peluang untuk melakukan banyak hal di tengah mereka untuk membantu mereka semua melihat kuasa dan karya Allah. Sikap positip menerima keberagaman di sekitar kita akan menjadi pintu untuk kita mengalami dan menghadirkan kuasa Allah yang menguatkan itu.

  1. Ragam perbedaan apa yang saudara temui di gereja, keluarga dan masyarakat?
  2. Mengapa manusia lebih menyukai keseragaman dibandingkan keragaman?
  3. Bagaimana cara kita memandang keragaman dari cara pandang Kristus?

“Hanya di dalam Kristus; perbedaan menjadi daya juang bersama

dalam persekutuan untuk menghasilkan karya.”

Minggu 29 Juli 2018

NS