Refleksi Akhir Tahun 2017

Post date: Dec 30, 2017 4:13:41 PM

Seorang psikolog (ahli jiwa) yang bernama Erickson mengatakan bahwa kehidupan ini adalah ibarat sebuah buku. Setiap akhir tahun kita harus memberi judul bab dalam buku kehidupan kita. Tentu saja tiap-tiap orang memberikan judul yang berbeda-beda. Semua itu bergantung bagaimana seseorang menjalani kehidupannya. Dan kelak akan tiba waktunya buku kehidupan itu akan berakhir. Lembar halamannya habis. Tinta yang kita punya hanya tersisa untuk menuliskan judul buku kehidupan kita. Maka setelah membaca dengan teliti dan merenungkan bab demi bab buku kehidupan itu, kita sekarang harus memberi judul buku kehidupan kita. Menurut Erickson, judul buku kehidupan itu hanya ada dua kemungkinan yaitu: "Kepuasan" atau "Keputus-asaan. Saat ini berada di penghujung tahun 2017, peristiwa pergantian tahun akan lebih bermakna apabila kita isi dengan merenung ulang rekam jejak 365 hari yang telah lalu. Tentu tidak semua peristiwa dapat kita ingat. Kita cenderung hanya mengingat peristiwa-peristiwa yang dianggap bermakna, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan. Sebagai manusia kita tidak hanya menyimpan dalam kenangan, tetapi memberikan respons dalam pemaknaan.

Tentu saja pemaknaan tahun 2017 perlu ditempatkan dalam kerangka anugerah keselamatan Allah. Proses perubahan hidup tidak ditentukan oleh kekuatan dan kesalehan manusia tetapi ditempatkan dalam berkat keselamatan Allah yang tidak terkira dalam kehadiran Kristus. Oleh karenanya di dalam Kristus kita memiliki harapan dan kekuatan baru walaupun sepanjang tahun 2017 telah mengalami berbagai kesalahan yang memalukan, kegagalan dan keterpurukan. Tetapi ingatlah bahwa berkat Kristus tak terkira atas kita, dan Ia tetap akan menopang kita di tahun 2018.

Minggu 31 Desember 2017

NS