PA Wilayah Gabungan 23 April 2020

(Mazmur 13:1-6)

“BERIMAN DI TENGAH PANDEMIK”


NKB 194 “KAU TETAP TUHANKU YESUS”

‘Kau tetap Tuhanku,

Yesus yang mengisi hidupku;

‘Kau Rajaku selamanya

‘Kau tetap junjunganku.


Refrein:

‘Kau sahabat yang abadi,

harapanku yang tetap.

Dalam suka maupun duka,

Yesus kawan yang akrab.


Dahagaku akan damai,

‘Kau puaskan sepenuh;

aku yang mendua hati

‘Kau b’ri iman yang teguh.


Tiada insan ‘ku harapkan

mengasihiku terus;

satu saja ‘ku andalkan:

Kasih Yesus, Penebus.


Doa pembuka

Kami percaya ya Bapa, bahwa kasih-Mu yang nyata di dalam Yesus Kristus Anak-Mu, selalu menyertai kami dalam suka dan duka kehidupan ini. Dan di dalam keyakinan itulah saat ini kami berkumpul bersama di sekitar Firman-Mu, memohon supaya hikmat-Mu yang ada di dalamnya menguasai pikiran dan hati kami, sehingga kaki kami selalu dikuatkan untuk melangkah dalam kehidupan yang harus kami jalani ke depan. Biarlah Roh-Mu yang kudus mengiring kami dalam PA wilayah gabungan kali ini. Amin.


Pengantar

Saat virus corona baru (SARS-Cov-2) yang menyebabkan COVID-19 ini memasuki tubuh seseorang, acap kali orang yang terjangkit virus ini tidak tahu. Baru sekitar 5-14 hari kemudian ada gejala-gejala. COVID-19 ini termasuk penyakit ganas dan belum ada obatnya. Sebagian besar memang akan sembuh dan pulih, sebagian sembuh dengan kecacatan pada paru-paru dan organ lainnya, sebagian meninggal dunia. Perawatan di rumah sakit pun sifatnya hanya supportive (mendukung) bagian-bagian vital tubuh tetap berfungsi.

Jika tidak ada pencegahan penularan, virus corona baru diduga akan menjangkiti 70 persen penduduk dunia. Virus ini mudah menular semudah virus flu biasa. Tetapi dengan tindakan pencegahan penyebaran, mungkin hanya 50 persen saja penduduk dunia terinfeksi. Tantangan mendesak untuk mengatasi COVID-19 ialah dengan mencegah orang terjangkit bersamaan sehingga rumah sakit penuh. Ini penting supaya banyak orang yang terjangkit tetap dapat perawatan maksimal.

Oleh sebab itu, jika COVID-19 ini pada akhirnya akan menjangkiti banyak orang, mestinya ia menjangkiti secara pelan-pelan saja. Dengan demikian, tindakan-tindakan nyata seperti mencuci tangan dengan baik, tinggal di rumah saja, menjaga jarak tidak berkerumun, makan makanan bergizi, istirahat cukup, adalah tindakan-tindakan yang wajib dilakukan.

Dukungan terhadap tenaga medis, termasuk alat-alat pelindung diri dll, harus menjadi prioritas. Begitu juga dengan dampak-dampak segi ekonomi akibat pandemik ini, sangat membutuhkan kecermatan dan kepedulian setiap orang dan komunitas maupun pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Menjadi harapan kita bahwa setiap orang tetap bijak saat mendengar dan meneruskan berita dalam situasi krisis ini. Termasuk juga saat memberikan tanggapan atas berita-berita itu. Banyak orang berharap jurnalis dapat menghasilkan berita-berita yang mengedukasi dan membangun optimisme serta kepedulian untuk bekerjasama. Begitu juga banyak orang setia mendoakan supaya riset laboratorium dalam penemuan vaksin untuk menjinakkan virus corona baru ini layak edar, tidak berlangsung lama.

Demikianlah paparan singkat mengenai keadaan nyata kita saat ini. Lalu bagaimanakah iman bekerja dalam kehidupan kita masing-masing dalam menyikapi keadaan nyata saat ini? Itulah tujuan PA Wilayah Gabungan kita kali ini.


Bacaan Alkitab (Mazmur 13:1-6)

13:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

13:2 Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?

13:3 Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?

13:4 Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,

13:5 supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.

13:6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.


Catatan terkait bacaan Alkitab

Mazmur 13 adalah sebuah Mazmur ratapan. Kita menjumpai sosok seorang yang sedang sakit dan diabaikan oleh teman-temannya. Mereka menertawakan kesusahan dirinya. Mazmur ini terdiri dari tiga bagian: Ratapan (ay. 2-3), permohonan (ay.4-5) dan pernyataan kepercayaan diri (ay.6).

“Berapa lama lagi?” (ay 2-3), adalah rumusan yang sering dijumpai dalam Alkitab untuk menggambarkan rasa takut sekaligus kesedihan. Di dalamnya ada pertanyaan kepada Allah di tengah keadaan hidup yang sulit. Mengapa Allah “melupakan”? (Lihat juga Mzm. 9:19; 10:12; 42:10). “Pandanglah! Jawablah aku!” (ay. 4-5) ini adalah kata-kata tegas supaya Allah bertindak. Namun kalimat ini diakhiri dengan kelembutan, “Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,..” Di akhir ratapannya, pemazmur pada akhirnya mengalami transformasi diri (ay.6). Bandingkan juga dengan 2 Kor. 12:9-10.

Pertanyaan Interpretasi

    1. Empat kali Daud mengungkapkan “berapa lama lagi” (ay. 2-3). Menggambarkan apakah ungkapan ini menurut Anda?
    2. Menurut Anda apakah Allah dapat melupakan dan menyembunyikan wajah-Nya terhadap seseorang? Berikan alasannya.
    3. Perhatikan ayat 3. Menurut Anda, apakah sumber kesedihan dan kekhawatiran Daud berasal dari diri sendiri atau dari luar dirinya?
    4. Ayat 4 dan 5 merupakan puncak permohonan Daud. Menurut Anda mengapa Daud tidak meminta kepada Allah supaya Allah melenyapkan musuh dan lawan-lawannya?
    5. Pada ayat 6 kita melihat perubahan (transformasi) hidup seorang yang sedang meratap. Apa yang menyebabkan transformasi itu?
    6. Menurut Anda mengapa Daud memilih nyanyian untuk mengungkapkan kemenangan imannya?

Pertanyaan Aplikasi

    1. Kapan terakhir kali ada ungkapan “berapa lama lagi?” dalam isi doa Anda? Apa yang menyebabkan ungkapan itu muncul?
    2. Apa yang menyebabkan Anda mengeluh akhir-akhir ini. Menurut Anda apakah mengeluh merupakan sikap iman?
    3. Jika Anda sedang khawatir atau sedih, biasanya tindakan-tindakan apa saja yang akan mengobati kekhawatiran dan kesedihan Anda itu?
    4. Saat menghadapi kesusahan dalam hidup, Anda lebih sering meminta “pundak yang kuat” untuk menanggung kesusahan, atau “jalan yang lapang” untuk lepas dari kesusahan?
    5. Apa saja bukti bahwa kasih Allah itu setia bagi hidup Anda? Sebutkan tiga hal nyata sebagi bukti.
    6. Apa yang akan Anda lakukan sebagai tanda bahwa Anda adalah orang yang sudah menerima perbuatan baik dari Allah?


NKB 164 “KIDUNG YANG MERDU DI HATIKU”

Kidung yang merdu di hatiku,

Yesus membisikkannya.

“Jangan takut, ‘Ku bersamamu

dalam kancah dunia.”


Refrein:

Yesus nama Yesus indah dan merdu,

memberikan kidung yang mengisi hidupku.


Nada-nada sumbang dan sendu

disebabkan dosaku;

Yesus sudah menggantikannya

jadi kidung yang merdu.


Riang atas limpah rahmatNya,

dalam kasihNya teduh,

sambil t’rus memandang wajahNya

‘ku nyanyikan kidungku.


Bila ‘ku dirundung kemelut,

pencobaan yang berat;

hatiku tak takut dan kecut,

kar’na Tuhanku dekat.


Doa Penutup

Biarlah hidup kami selalu diisi oleh kidung yang merdu dari Kristus, bahwa kami tidak pernah sendirian di dalam menghadapi pandemik ini. Kepada kasih setia-Mu kami percaya, dan hati kami bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Dengan pertolongan-Mu ya Allah, iman kami akan terus bertumbuh, bahkan berbuahkan kepada kasih dan kepedulian kepada sesama di tengah pandemik ini. Kami percaya, akan melihat kebaikan-Mu yang nyata untuk kami semua pada saatnya, sebab kasih-Mu sungguh setia dan menyelamatkan. Amin.